Asuhan Keperawatan Pada Ny. Y Dengan Gangguan Mobilitas Fisik Akibat Stroke Non Hemoragik Di Ruangan Cendana RSUP. Dr. Ben Mboi Kupang

Indri Pratama Liem, PO5303201230750 (2026) Asuhan Keperawatan Pada Ny. Y Dengan Gangguan Mobilitas Fisik Akibat Stroke Non Hemoragik Di Ruangan Cendana RSUP. Dr. Ben Mboi Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
KTA INDRI LIEM-COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (430kB) | Request a copy
[img] Text
KTA INDRI LIEM-BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (201kB) | Request a copy
[img] Text
KTA INDRI LIEM-BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (516kB) | Request a copy
[img] Text
KTA INDRI LIEM-BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (393kB) | Request a copy
[img] Text
KTA INDRI LIEM-BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (140kB) | Request a copy
[img] Text
KTA INDRI LIEM-DAPUSs.pdf
Restricted to Registered users only

Download (169kB) | Request a copy
[img] Text
KTA INDRI LIEM-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (960kB) | Request a copy

Abstract

Stroke Non Hemoragik (SNH) merupakan gangguan neurologis akibat sumbatan aliran darah ke otak yang menyebabkan kerusakan jaringan otak dan defisit neurologis, termasuk gangguan mobilitas fisik. Di Indonesia, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1.000 penduduk, sehingga menjadi masalah kesehatan utama. Dampak Stroke Non Hemoragik (SNH) secara spesifik memicu masalah Gangguan Mobilitas Fisik, yang ditandai dengan penurunan kekuatan otot dan rentang gerak (ROM). Kondisi ini mengakibatkan pasien mengalami hambatan dalam melakukan pergerakan ekstremitas secara mandiri, sehingga memicu masalah turunan berupa defisit perawatan diri. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif dalam mengatasi gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke non hemoragik. Laporan kasus ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan pada satu pasien, meliputi tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.Hasil pengkajian melalui pemeriksaan 12 saraf kranial dan uji kekuatan otot menunjukkan hemiparesis sinistra (kekuatan otot 1) dan kekuatan otot dekstra normal (nilai 5), sehingga ditegakkan diagnosis Gangguan Mobilitas Fisik. Intervensi difokuskan pada dukungan mobilisasi melalui latihan Range of Motion (ROM). Implementasi dilakukan secara komprehensif melalui ROM pasif pada ekstremitas kiri dan ROM aktif pada sisi kanan guna menstimulasi pemulihan fungsional dengan pengawasan respon fisik pasien. Evaluasi akhir menunjukkan perubahan signifikan berupa peningkatan mobilitas, penguatan kekuatan otot secara bertahap, serta bertambahnya luas rentang gerak sendi. Latihan ROM perlu dilakukan secara konsisten dan sedini mungkin untuk mencegah komplikasi serta meningkatkan kemandirian pasien, dengan dukungan dan edukasi keluarga.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Stroke Non Hemoragik, Gangguan Mobilitas Fisik, ROM, Asuhan Keperawatan
Subjects: R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan
Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan
Program Studi DIII Keperawatan
Program Studi DIII Keperawatan
Program Studi DIII Keperawatan
Depositing User: Indri Pratama Liem
Date Deposited: 07 May 2026 04:38
Last Modified: 13 May 2026 08:45
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10010

Actions (login required)

View Item View Item