Asuhan Keperawatan Pada Ny M Dengan masalah Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman Akibat Hiperperiksia Di Ruangan Garuda RSUD S.K Lerik Kota Kupang

Wihelmina Winda Sari Jon, PO5303201230815 (2026) Asuhan Keperawatan Pada Ny M Dengan masalah Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman Akibat Hiperperiksia Di Ruangan Garuda RSUD S.K Lerik Kota Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER KTA WINDA.pdf

Download (942kB)
[img] Text
BAB I KTA.pdf

Download (377kB)
[img] Text
BAB II KTA.pdf

Download (499kB)
[img] Text
BAB III KTA.pdf

Download (717kB)
[img] Text
BAB IV KTA.pdf

Download (346kB)
[img] Text
Lampiran KTA .pdf

Download (918kB)
[img] Text
DAPUS WINDA (2).pdf

Download (290kB)

Abstract

Latar Belakang: Hiperperiksia merupakan kondisi peningkatan suhu tubuh di atas batas normal akibat proses infeksi yang dapat mengganggu penyampaian kebutuhan aman dan nyaman pasien serta berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditanggulangi. Tujuan: studi kasus ini adalah untuk menggambarkan kesejahteraan perumahan secara komprehensif pada Ny. dengan hiperperiksia di RSUD S.K Lerik Kota Kupang.Metode: yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses perlindungan meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, sert Hasil: pengkajian menunjukkan bahwa pasien mengalami peningkatan suhu tubuh, kepadatan, kulit kemerahan, lemah, dan ketidaknyamanan. TTV: Suhu: 40°C, Nadi: 98x/menit, TD: 94/59, RR: 20x/menit. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah hipertermia berhubungan dengan proses penyakit: infeksi. Intervensi Keperawatan: berfokus pada manajemen hipertermia (1.15506) yaitu dengan tindakan Observasi: mengidentifikasi penyebab hipertermia (dehidrasi, paparan lingkungan panas, penggunaan inkubator), memantau suhu tubuh. Terapeutik: sediakan lingkungan yang dingin, berikan cairan oral, lakukan pendingin eksternal. Edukasi: anjurkan tirah baring. Kolaborasi: pemberian cairan dan elektrolit Implementasi: dilakukan selama 3 hari yaitu: mengidentifikasi penyebab hiperter mia dan memantau tanda-tanda vital (memonitor suhu tubuh, nadi, tekanan darah), melakukan pendingin eksternal,menganjurkan tirah baring, melakukan kolaborasi pemberian cairan dan elektrolit, serta memberikan obat penurun panas (paracetamol) Evaluasi: suhu tubuh membaik, pucat menurun, kulit merah menurun, suhu 36°C. assesment: masalah hipertermia teratasi. planning: semua intervensi dihentikan. Kesimpulan: penampungan yang komprehensif dapat membantu dalam mengatasi masalah hipertermia pada pasien dengan hiperperiksia. Perawat dapat melakukan tindakan mandiri maupun kolaborasi untuk dapat mengatasi masalah hipertermia yang dialami pasien.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Asuhan Keperawatan, Hipertermia, Hiperperiksia
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan
Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan
Program Studi DIII Keperawatan
Program Studi DIII Keperawatan
Program Studi DIII Keperawatan
Depositing User: Wihelmina Winda Sari Jon
Date Deposited: 18 May 2026 06:43
Last Modified: 18 May 2026 06:43
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10025

Actions (login required)

View Item View Item