Ellen Darmaputri Hadiwati Elisabeth Allo, PO5303201230742 (2026) Asuhan Keperawatan Pada Ny. K Dengan Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif Akibat Subarachnoid Hemorrhage (Sah) Di Ruangan Bougenvile Rsup Dr Ben Mboi Kota Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
Cover(Repository).pdf Download (627kB) |
|
|
Text
BAB I (Repository) Ell..pdf Restricted to Repository staff only Download (374kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB II (Repository) Ell..pdf Restricted to Repository staff only Download (623kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III (Repository) Ell..pdf Restricted to Repository staff only Download (585kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV (Repository) Ell..pdf Restricted to Repository staff only Download (423kB) | Request a copy |
|
|
Text
Dapus&Lampiran(Repository).pdf Download (690kB) |
Abstract
Perdarahan subaraknoid (Subarachnoid Hemorrhage/SAH) merupakan salah satu kegawatdaruratan neurologis yang disebabkan oleh ruptur aneurisma serebral sehingga terjadi perdarahan pada ruang subaraknoid. Kondisi ini dapat mengakibatkan gangguan perfusi serebral, peningkatan tekanan intrakranial, serta berisiko tinggi menyebabkan kecacatan dan kematian. Tingginya angka kejadian dan komplikasi pada pasien SAH menuntut adanya asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien dengan risiko perfusi serebral tidak efektif akibat SAH di Ruang Bougenville RSUP Dr. Ben Mboi Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, pemeriksaan fisik, serta studi dokumentasi rekam medis. Asuhan keperawatan disusun berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mengalami penurunan kesadaran, gangguan pola napas, serta ketergantungan dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas sehari-hari. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi risiko perfusi serebral tidak efektif, pola napas tidak efektif, dan defisit perawatan diri. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa pemantauan status neurologis dan respirasi, pemberian oksigen, pengaturan posisi, pemenuhan kebutuhan dasar, serta dukungan dalam perawatan diri. Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi fisiologis, namun belum terjadi peningkatan optimal pada tingkat kesadaran dan kemandirian pasien. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan secara sistematis, komprehensif, dan berkelanjutan mampu membantu mempertahankan stabilitas kondisi pasien, mencegah komplikasi, serta mendukung proses pemulihan pada pasien dengan SAH.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asuhan Keperawatan; Perfusi Serebral; subarachnoid hemorrage |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RB Pathology R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan Program Studi DIII Keperawatan Program Studi DIII Keperawatan Program Studi DIII Keperawatan |
| Depositing User: | Ellen Darmaputri Hadiwati Elisabeth Allo |
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 05:36 |
| Last Modified: | 03 Jun 2026 05:36 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10136 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric