Kondisi Fisik Rumah Penderita ISPA di Kelurahan Oesao Kabupaten Kupang

Maria Viviana Eba, PO5303330230142 (2026) Kondisi Fisik Rumah Penderita ISPA di Kelurahan Oesao Kabupaten Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER TA VIVIANA.pdf

Download (737kB)
[img] Text
BAB I..pdf
Restricted to Registered users only

Download (150kB) | Request a copy
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (299kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (266kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (317kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (113kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (206kB) | Request a copy
[img] Text
LAMPIRAN TA VIVIANA.pdf

Download (1MB)

Abstract

Kelurahan Oesao adalah salah satu wilayah di Kabupaten Kupang yang menghadap masalah kesehatan lingkungan, salah satunya adalah penyakit ISPA dengan kondisi fisik rumah. Kondisi fisik rumah tidak memenuhi syarat kesehatan, yaitu kondisi lantai dan dinding yang tidak layak, ventilasi yang buruk, kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat, suhu, kelembaban dan pencahayaan yang tidak memenuhi syarat dapat menjadi faktor risiko terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi lantai, dinding, ventilasi, kepadatan hunian, suhu, kelembaban dan pencahayaan di rumah penderita ISPA di Kelurahan Oesao Kabupaten Kupang. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Variabel penelitian kondisi lantai, kondisi dinding, ventilasi, kepadatan hunian, suhu, kelembaban, pencahayaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita ISPA di Kelurahan Oesao Kabupaten Kupang sebanyak 905 kasus, dengan jumlah sampel 75 rumah penderita ISPA yang diambil menggunakan teknik convenience/accidental sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, checklist dan pengukuran langsung di lapangan. Data dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar Permenkes No 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lantai rumah 72% tidak memenuhi syarat yaitu lantainya tidak kedap air, permukaan tidak halus, retak, dan paling banyak adalah menyerap debu. Kondisi dinding 83% tidak memenuhi syarat yaitu dindingnya tidak kedap air, tidak rata, tidak halus, retak dan paling banyak adalah permukaan menyerap debu. Ventilasi rumah 100% memenuhi syarat. Kepadatan hunian 37% tidak memenuhi syarat yaitu tidak sesuai dengan standar yaitu 9m2/orang. Suhu 28% tidak memenuhi syarat dikarenakan tidak sesuai dengan standar suhu yaitu 18-30°C. Kelembaban 35% tidak memenuhi syarat yaitu tidak sesuai dengan standar kelembaban yaitu 40-60%RH. Pencahayaan 48% tidak memenuhi syarat yaitu tidak sesuai dengan standar yaitu minimal 60 lux. Kesimpulan hasil penelitian, rata-rata kondisi fisik rumah penderita ISPA yang memenuhi syarat kesehatan sebesar 57%. Disarankan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan rumah, memperbaiki lantai, dinding,ventilasi rumah, kepadatan hunian perlu dikurangi serta penderita ISPA, serta rutin membuka ventilasi agar pencahayaan, suhu,dan kelembaban rumah tetap terjaga.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: ISPA, Kondisi fisik rumah, Ventilasi, Suhu, Kelembaban, Pencahayaan.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan
Depositing User: Maria Viviana Eba
Date Deposited: 17 Jun 2026 01:52
Last Modified: 17 Jun 2026 01:52
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10216

Actions (login required)

View Item View Item