Afrilia Sarlince Nifu, PO5303330230069 (2026) Studi Kondisi Fisik Rumah pada Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo Tahu 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER_AFRILIA NIFU.pdf Download (528kB) |
|
|
Text
BAB I_AFRILIA NIFU.pdf Restricted to Registered users only Download (187kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB II_AFRILIA NIFU.pdf Restricted to Registered users only Download (269kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III_AFRILIA NIFU.pdf Restricted to Registered users only Download (484kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV_AFRILIA NIFU.pdf Restricted to Registered users only Download (370kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V_AFRILIA NIFU.pdf Restricted to Registered users only Download (144kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKAA_AFRILIA NIFU.pdf Download (148kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN_AFRILIA NIFU.pdf Download (1MB) |
Abstract
Tuberkulosis paru (TB Paru) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang penularannya melalui udara dan sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik lingkungan rumah. Wilayah kerja Puskesmas Oebobo mencatat peningkatan kasus TB Paru yang signifikan, dengan 76 kasus pada tahun 2024 dan 55 kasus pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi fisik rumah pada kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Oebobo tahun 2026. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 100 rumah yang diambil dengan teknik random sampling dari tiga kelurahan yaitu Kelurahan Oebobo, Kelurahan Fatululi, dan Kelurahan Oetete. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan pengukuran langsung menggunakan lux meter, thermohygrometer, dan roll meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 rumah yang diteliti, terdapat 5 responden (5%) yang positif TB Paru. Kondisi fisik rumah yang ditemukan meliputi: lantai rumah yang tidak memenuhi syarat sebesar 11%, pencahayaan yang tidak memenuhi syarat sebesar 53%, ventilasi yang tidak memenuhi syarat sebesar 76%, kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat sebesar 35%, kelembaban yang tidak memenuhi syarat sebesar 62%, dan dinding rumah yang tidak memenuhi syarat sebesar 41%. Penderita TB Paru lebih banyak ditemukan pada rumah dengan pencahayaan tidak memenuhi syarat (8%), ventilasi tidak memenuhi syarat (33%), kepadatan hunian tidak memenuhi syarat (6%), dan kelembaban tidak memenuhi syarat (6%). Disimpulkan bahwa sebagian besar variabel kondisi fisik rumah di wilayah kerja Puskesmas Oebobo belum memenuhi syarat kesehatan, khususnya pencahayaan kelembaban, dan ventilasi rumah. Diperlukan intervensi kesehatan lingkungan berupa perbaikan ventilasi, peningkatan pencahayaan alami, dan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan penularan TB Paru.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Turbekulosis Paru, Kondisi Fisik Rumah |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Afrilia Sarlince Nifu |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 02:08 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 09:16 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10232 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric