Swastika Dhesti Anggriani Bangngu, PO5303330230203 (2026) Kondisi Fisik Rumah Penderita Penyakit Ispa Di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa Tahun 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER SWASTIKA.pdf Download (523kB) |
|
|
Text
BAB I. SWASTIKA.pdf Download (166kB) |
|
|
Text
BAB II. SWASTIKA.pdf Download (218kB) |
|
|
Text
BAB III. SWASTIKA.pdf Download (253kB) |
|
|
Text
BAB IV. SWASTIKA.pdf Restricted to Registered users only Download (377kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V. SWASTIKA.pdf Download (123kB) |
|
|
Text
DAPUS SWASTIKA NEW.pdf Download (158kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN SWASTIKA.pdf Download (1MB) |
Abstract
ISPA adalah infeksi saluran pernapasan akut yang berlangsung ≤14 hari, 80–90% disebabkan virus. Yang paling sering: Rhinovirus, Influenza, RSV, Adenovirus, Parainfluenza, dan Coronavirus. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan jumlah kasus 3–14,5 juta kasus per tahun. Penyakit ini juga disebabkan banyak faktor termasuk Kondisi fisik rumah. Kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan seperti ventilasi, suhu, kelembaban, pencahayaan, dan kepadatan hunian dapat meningkatkan risiko terjadinya ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik rumah penderita penyakit ISPA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional, Variabel yang diteliti meliputi ventilasi, suhu, kelembaban, pencahayaan, dan kepadatan hunian rumah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah penderita ISPA sebanyak 97 rumah penderita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas ventilasi rumah yang memenuhi syarat sebanyak 97 rumah (100%), suhu rumah yang memenuhi syarat sebanyak 97 rumah (100%), kelembaban rumah yang memenuhi syarat sebanyak 64 rumah (66%), pencahayaan rumah yang memenuhi syarat sebanyak 71 rumah (73%), dan kepadatan hunian yang memenuhi syarat sebanyak 71 rumah (73%). Masih terdapat beberapa rumah yang tidak memenuhi syarat terutama pada aspek kelembaban, pencahayaan, dan kepadatan hunian yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya ISPA. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kondisi fisik rumah penderita ISPA yang sudah di teliti sudah memenuhi syarat kesehatan. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang belum layak, sehingga diperlukan upaya perbaikan kondisi fisik rumah serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat dan menekan risiko penyakit.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ISPA, kondisi fisik rumah, ventilasi, suhu, kelembaban, pencahayaan, kepadatan |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Swastika Dhesti Anggriani Bangngu |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 06:05 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 06:05 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10364 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric