Faktor Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Kelurahan Nunbaun Delha Kota Kupang

Rani Anjar Lika Yuslam Abdullah, PO5303241221144 (2025) Faktor Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Kelurahan Nunbaun Delha Kota Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER RANI ANJARLIKA YUSLAM ADBULLAH.pdf

Download (843kB)
[img] Text
BAB I PENDAHULUAN (RANI ANJARLIKA YUSLAM ABDULLAH).pdf

Download (384kB)
[img] Text
BAB II TINJAUAN PUSTAKA (RANI ANJARLIKA YUSLAM ABDULLAH).pdf

Download (679kB)
[img] Text
BAB III METODOLOGI PENELITIAN (RANI ANJARLIKA YUSLAM ABDULLAH).pdf

Download (578kB)
[img] Text
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN (RANI ANJARLIKA YUSLAM ABDULLAH).pdf

Download (593kB)
[img] Text
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN (RANI ANJARLIKA YUSLAM ABDULLAH).pdf

Download (203kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA RANI ANJARLIKA YUSLAM ABDULLAH.pdf

Download (209kB)
[img] Text
LAMPIRAN RANI ANJARLIKA YUSLAM ABDULLAH.pdf

Download (671kB)

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan terhambatnya pertumbuhan balita akibat kekurangan gizi dalam waktu lama dan sering disertai penyakit infeksi berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor determinan yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Kelurahan Nunbaun Delha, Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik dan rancangan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 339 balita usia 24–59 bulan, dengan sampel sebanyak 183 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik incidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, pengukuran antropometri melalui timbangan digital dan stadiometer, serta dokumentasi. Variabel bebas meliputi asupan zat gizi makro dan riwayat penyakit infeksi, sedangkan variabel terikat adalah kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita dengan asupan gizi makro yang rendah memiliki proporsi stunting lebih tinggi dibandingkan balita dengan asupan gizi yang baik. Riwayat penyakit infeksi seperti diare, batuk, demam, dan sesak napas juga berhubungan dengan meningkatnya risiko stunting karena memengaruhi penyerapan zat gizi dan proses pertumbuhan. Selain itu, interaksi antara asupan gizi yang tidak memadai dan riwayat penyakit infeksi meningkatkan risiko stunting lebih besar dibandingkan masing-masing faktor secara terpisah. Dengan demikian, kecukupan asupan gizi makro, riwayat penyakit infeksi, dan interaksi keduanya merupakan faktor determinan utama yang memengaruhi kejadian stunting pada balita di Kelurahan Nunbaun Delha, Kota Kupang.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Stunting, asupan gizi makro, penyakit infeksi, balita, faktor determinan.
Subjects: R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RJ Pediatrics
Divisions: Jurusan Gizi
Jurusan Gizi
Depositing User: mrs rani anjar lika yuslam abdullah
Date Deposited: 24 Jul 2026 05:18
Last Modified: 24 Jul 2026 07:16
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10644

Actions (login required)

View Item View Item