Uji Aktivitas Antiinflamasi Madu Amfoang Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus L.) Yang Diinduksi Putih Telur 5%

Maria Pricilia Fao Rema, PO5303332230605 (2026) Uji Aktivitas Antiinflamasi Madu Amfoang Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus L.) Yang Diinduksi Putih Telur 5%. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER BARU..pdf

Download (456kB)
[img] Text
BAB I,..pdf

Download (168kB)
[img] Text
BAB II.,.pdf

Download (268kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (296kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (268kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf

Download (115kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA BARU..pdf

Download (197kB)
[img] Text
LAMPIRAN BARU.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Peradangan merupakan respon alami tubuh akibat adanya cedera atau infeksi jaringan sehingga membutuhkan pengobatan. Penggunaan obat-obatan sintetik memiliki risiko efek samping merugikan, sehingga diperlukan pengobatan alternatif yang dapat mengatasi peradangan dengan efek samping minimum. Madu hutan diduga mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai agen antiinflamasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan melihat aktivitas antiinflamasi paling efektif dari ketiga madu Amfoang. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pemberian bahan uji secara oral yaitu, Na CMC (kontrol negatif), suspensi Na Diklofenak (kontrol positif), dan tiga kelompok perlakuan yang diberi madu Amfoang (Timur, Tengah, dan Selatan). Selanjutnya, larutan putih telur 5% disuntikkan ke telapak kaki mencit. Kemudian, dilakukan pengukuran setiap 15 menit selama 2 jam dengan menggunakan jangka sorong. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sampel madu memberikan efek antiinflamasi. Sampel MC memberikan nilai %DAI paling tinggi yaitu 28,04%, dibandingkan dengan Sampel MA sebesar 4,39% dan MB 1,56%. Namun, %DAI yang dihasilkan masih tergolong sangat lemah dibandingkan dengan kontrol positif. Secara statistik menunjukkan nilai sig.0,120 (p > 0,05), yang berarti tidak ada perbedaan efek antiinflamasi yang bermakna di setiap kelompok perlakuan. Kesimpulan: Madu hutan Amfoang berpotensi sebagai agen antiinflamasi karena dapat menurunkan pembengkakan pada telapak kaki mencit. Oleh karena itu dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memperkuat bukti ilmiah.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Antiinflamasi, Madu hutan Amfoang, Putih telur, Radang
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Jurusan Farmasi > Farmasi
Jurusan Farmasi > Farmasi
Farmasi
Depositing User: Maria Pricilia Fao Rema
Date Deposited: 18 Aug 2026 09:27
Last Modified: 18 Aug 2026 09:27
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10922

Actions (login required)

View Item View Item