Yoseph Caritas Maran, PO5303333231067 (2026) Prevalensi Bakteri Methicilin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Tahun 2023-2025. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes kupang.
|
Text
cover new.pdf Download (512kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (228kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (530kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (245kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (553kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (164kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (984kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA newww.pdf Download (186kB) |
Abstract
Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan galur Staphylococcus aureus yang telah resisten terhadap antibiotik golongan metisilin dan berbagai antibiotik β-laktam lainnya. Tingginya prevalensi MRSA menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan karena dapat meningkatkan morbiditas, mortalitas, serta menyulitkan terapi infeksi. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan prevalensi MRSA secara berkala untuk mengetahui perkembangan kasus dan karakteristik pasien yang terinfeksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kasus MRSA di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang tahun 2023–2025, meliputi jumlah kasus Staphylococcus aureus dan MRSA, karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin, usia, jenis sampel klinis, dan ruang perawatan, serta fluktuasi kasus selama periode penelitian. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan kultur Staphylococcus aureus di Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang periode Januari 2023–Desember 2025. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel, grafik, serta dihitung prevalensi MRSA. Hasil: Selama periode penelitian ditemukan 261 kasus infeksi Staphylococcus aureus, terdiri atas 114 kasus pada tahun 2023, 81 kasus pada tahun 2024, dan 66 kasus pada tahun 2025. Dari seluruh kasus tersebut, terdapat 145 kasus MRSA dengan prevalensi sebesar 55,56%. Jumlah kasus MRSA masing-masing adalah 72 kasus (63,15%) pada tahun 2023, 38 kasus (46,91%) pada tahun 2024, dan 35 kasus (53,03%) pada tahun 2025. Kasus MRSA lebih banyak ditemukan pada pasien laki-laki (51,03%), kelompok usia dewasa 18–59 tahun (69,65%), sampel klinis pus (60,68%), serta ruang perawatan Cempaka (9,65%). Meskipun jumlah kasus MRSA menunjukkan kecenderungan menurun dari tahun ke tahun, prevalensinya tetap tinggi sehingga masih menjadi perhatian dalam pengendalian infeksi di rumah sakit.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Staphylococcus aureus, prevalensi, resistensi antibiotik, studi retrospektif. |
| Subjects: | Q Science > QR Microbiology R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Yoseph Caritas Maran |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 04:48 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 04:48 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10935 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric