Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian TB Laten berdasarkan test mantoux pada kontak serumah pasien TB aktif di wilayah kerja Puskesmas Oesapa

Elisabeth Stefani Daiana Moy, PO5303333231081 (2026) Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian TB Laten berdasarkan test mantoux pada kontak serumah pasien TB aktif di wilayah kerja Puskesmas Oesapa. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB 2.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB 3.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB 4.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB 5.pdf

Download (3MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (3MB)

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan dapat ditularkan melalui udara. Kontak serumah dengan pasien TB aktif merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi mengalami infeksi TB laten (ITBL). Infeksi TB laten merupakan kondisi ketika seseorang telah terinfeksi M. tuberculosis, tetapi belum menunjukkan gejala klinis TB aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian TB laten berdasarkan hasil Tes Mantoux serta mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku dengan kejadian TB laten pada kontak serumah pasien TB aktif di wilayah kerja Puskesmas Oesapa, Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang merupakan kontak serumah pasien TB aktif dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan TB laten dilakukan menggunakan Tes Mantoux dengan pembacaan hasil pada 48–72 jam setelah penyuntikan dan interpretasi positif apabila indurasi ≥10 mm. Data tingkat pengetahuan dan perilaku diperoleh melalui kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, sebanyak 8 responden (26,7%) memiliki hasil Tes Mantoux positif dan 22 responden (73,3%) memiliki hasil negatif. Seluruh responden memiliki lama kontak lebih dari 6 bulan. Berdasarkan tingkat pengetahuan, sebanyak 19 responden (63,3%) memiliki pengetahuan baik, 5 responden (16,7%) cukup, dan 6 responden (20,0%) kurang. Berdasarkan perilaku, sebanyak 17 responden (56,7%) memiliki perilaku baik, 11 responden (36,7%) cukup, dan 2 responden (6,6%) kurang. Hasil uji Fisher’s Exact menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian TB laten dengan nilai p = 0,046 (p < 0,05). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku dengan kejadian TB laten dengan nilai p = 0,325 (p > 0,05). Dapat disimpulkan bahwa kejadian TB laten pada kontak serumah pasien TB aktif di Puskesmas Oesapa ditemukan pada 26,7% responden. Tingkat pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian TB laten, sedangkan perilaku tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Peningkatan pengetahuan mengenai penularan, pencegahan, dan deteksi dini TB perlu dilakukan pada kontak serumah untuk mendukung upaya pencegahan dan pengendalian TB. Kata kunci: Tuberkulosis laten, kontak serumah, Tes Mantoux, pengetahuan, perilaku.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Tuberkulosis laten, kontak serumah, Tes Mantoux, pengetahuan, perilaku.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Depositing User: Elisabeth Stefani Daiana Moy
Date Deposited: 18 Aug 2026 09:25
Last Modified: 18 Aug 2026 09:25
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11009

Actions (login required)

View Item View Item