UJI TUBERKULIN PADA KONTAK SERUMAH PASIEN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKEMAS TARUS (KELAPA TINGGI)

Mariana Susanti Busa Menge Wea, PO5303333231145 (2026) UJI TUBERKULIN PADA KONTAK SERUMAH PASIEN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKEMAS TARUS (KELAPA TINGGI). Diploma thesis, Poltekkes.

[img] Text
Riana Wea COVER.pdf

Download (358kB)
[img] Text
Riana Wea BAB I.pdf

Download (175kB)
[img] Text
Riana Wea BAB II .pdf

Download (233kB)
[img] Text
Riana Wea BAB III.pdf

Download (196kB)
[img] Text
Riana Wea BAB IV.pdf

Download (191kB)
[img] Text
Riana Wea V.pdf

Download (155kB)
[img] Text
Riana Wea DAPUS..pdf

Download (162kB)
[img] Text
Riana Wea LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menuar yang masih menjadi msalah Kesehatan Masyarakat. Anggota keluarga yang tinggal serumh dengan pasien TB aktif memiliki risiko tinggi mengalami Infeksi Tuberkulosis Laten (ILTB). Salah satu metode deteksi dini ILTB adalaha Tuberculin Skin Test (TST). Tujuan: untuk mengetahui hasil uji tuberculin pada anggota keluarga yang kontak serumah dengan pasien TB di Wilayah Kerja Puskemas Tarus (Kelapa Tinggi), berdasarkan karakteristik responden dan lama kontak. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 25 responden yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode Tuberkulin Skin Test (TST) dengan interprestasi hasil berdasarkan ukuran indurasi, yaitu positif apabila ≥10 mm dan negative apabila <10 mm. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar responden berada pada kelompok usia dewasa sebanyak 9 orang (36%), berjenis kelamin Perempuan sebanyak 18 orang (72%), bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 13 orang (52%), serta memiliki lama kontak dengan pasien TB lebih dari 6 bulan sebanyak 22 orang (88%). Hasil pemeriksaan TST menunjukkan seluruh responden (100%) mendapatkan hasil negative, baik pada kelompok dengan lama kontak kurang dari 6 bulan maupun lebih dari 6 bulan, sehingga tidak ditemukan kasus Infeksi Tuberkulosis Laten (ILTB) pada responden penelitian. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh pasien TB aktif di Wilayah Kerja Puskemas Tarus (Kelapa Tinggi) memiliki hasil TST negative. Pemeriksaan TST tetap diperlukan sebagai Upaya deteksi dini ILTB serta mendukung pelaksanaan program pengendalian tuberculosis melalui skrining pada kelompok kontak serumah. Kata kunci: Tuberkulosis, Tuberculin Skin Test, Infeksi Tuberkulosis Laten, kontak serumah, Puskemas Tarus.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Tuberkulosis, Tuberculin Skin Test, Infeksi Tuberkulosis Laten, kontak serumah, Puskemas Tarus.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Depositing User: Mariana susanti Busa Menge Wea
Date Deposited: 24 Aug 2026 05:32
Last Modified: 24 Aug 2026 05:32
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11073

Actions (login required)

View Item View Item