Alfin Marchandi Ervin Bofe, PO5303333231020 (2026) Peran Penggunaan Tes Cepat Molekuler Dalam Mendeteksi Kasus TB Paru : Menyelidiki Efektivitas Tes Cepat Molekuler (TCM) Dalam Mendiagnosis TB Paru Di Puskesmas Kota Soe. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
cover.pdf Download (561kB) |
|
|
Text
bab 1.pdf Download (217kB) |
|
|
Text
bab 2.pdf Download (612kB) |
|
|
Text
bab 3.pdf Download (207kB) |
|
|
Text
bab 4.pdf Download (405kB) |
|
|
Text
bab 5.pdf Download (183kB) |
|
|
Text
dapus .pdf Download (272kB) |
|
|
Text
lampiran.pdf Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang jumlah kasusnya terus meningkat, baik secara global, nasional, maupun di Puskesmas Kota Soe. Tes Cepat Molekuler (TCM) menjadi pemeriksaan diagnosis utama TB karena memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Namun, sejak pertengahan tahun 2025 alat TCM di Puskesmas Kota Soe mengalami kerusakan sehingga pemeriksaan tidak dapat lagi dilakukan secara langsung, dan diduga memengaruhi pelayanan diagnosis TB di puskesmas tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelayanan diagnosis TB di Puskesmas Kota Soe setelah terjadinya kerusakan alat TCM, termasuk dampaknya terhadap alur pelayanan, sistem pengiriman sampel, waktu tunggu hasil pemeriksaan, kendala yang dihadapi, serta upaya dan harapan petugas maupun pasien terkait pelayanan diagnosis TB ke depan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan kualitatif, dilaksanakan pada bulan Februari–Maret 2026 di Puskesmas Kota Soe. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas pasien atau terduga TB paru, petugas laboratorium, dan petugas program TB. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Kerusakan alat TCM mengubah alur pelayanan diagnosis TB, yaitu sampel dahak yang sebelumnya diperiksa langsung di puskesmas kini harus dikumpulkan dan dirujuk ke RSUD Kota Soe, Puskesmas Niki-Niki, atau Puskesmas Kualin, dengan pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) metode Ziehl–Neelsen sebagai pemeriksaan penunjang. Proses rujukan sampel menambah beban kerja petugas dan menyebabkan waktu tunggu hasil pemeriksaan memanjang hingga lebih dari satu minggu pada 60% pasien, disertai tambahan biaya transportasi sekitar Rp30.000–Rp40.000. Upaya yang telah dilakukan berupa penggunaan metode Ziehl–Neelsen, pelaporan kerusakan kepada dinas kesehatan, dan pemeriksaan teknisi, namun belum ada kepastian perbaikan atau pengadaan alat baru. Petugas dan pasien berharap alat TCM segera tersedia kembali agar pelayanan diagnosis TB dapat berjalan optimal.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Tuberkulosis, Tes Cepat Molekuler, kerusakan alat, pelayanan diagnosis, Puskesmas Kota Soe |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Alfin Marchandi Ervin Bofe |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 08:51 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 08:51 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11104 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric