Hans Imanuel Boimau, PO5303333231137 (2026) Gambaran Kejadian HIV, Sifilis, Hepatitis B Sebagai Program Triple Eliminasi Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Oesapa Tahun 2025. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER.pdf Download (559kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (230kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (486kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (239kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (248kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (182kB) |
|
|
Text
DAPUS.pdf Download (232kB) |
|
|
Text
DAFLAM.pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: HIV, sifilis, dan hepatitis B merupakan penyakit infeksi yang dapat ditularkan dari ibu kepada bayi selama kehamilan, persalinan, maupun setelah lahir. Skrining Triple Eliminasi pada ibu hamil penting dilakukan sebagai upaya deteksi dini untuk mencegah penularan infeksi dari ibu kepada bayi. Tujuan: Mengetahui gambaran kejadian HIV, sifilis, dan hepatitis B pada ibu hamil yang menjalani skrining Triple Eliminasi di Puskesmas Oesapa tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari kartu Antenatal Care (ANC). Sampel penelitian sebanyak 381 data ibu hamil yang menjalani skrining Triple Eliminasi di Puskesmas Oesapa Tahun 2025 dengan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Dari 381 ibu hamil yang menjalani skrining Triple Eliminasi, ditemukan 13 kasus HIV (3,4%), 10 kasus sifilis (2,6%), dan 13 kasus hepatitis B (3,4%). Ditemukan 1 kasus ko-infeksi HIV dan sifilis (0,3%), sedangkan ko-infeksi triple tidak ditemukan. Mayoritas kasus reaktif ditemukan pada kelompok usia 21–34 tahun, berpendidikan SMA, tidak bekerja, berada pada trimester I kehamilan, serta HIV lebih banyak ditemukan pada ibu multigravida, sedangkan sifilis dan hepatitis B lebih banyak ditemukan pada ibu primigravida. Kesimpulan: Sebagian besar hasil skrining Triple Eliminasi menunjukkan hasil nonreaktif, meskipun masih ditemukan kasus HIV, sifilis, hepatitis B, dan koinfeksi pada ibu hamil. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa skrining Triple Eliminasi penting dilakukan sejak kunjungan ANC pertama sebagai upaya deteksi dini, pemberian penatalaksanaan yang tepat, serta pencegahan penularan infeksi dari ibu kepada bayi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | HIV, Sifilis, Hepatitis B, Triple Eliminasi, ibu hamil |
| Subjects: | Q Science > QR Microbiology > QR180 Immunology |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Hans Imanuel Boimau |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 07:24 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 07:24 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11131 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric