Anitha Ribu, PO5303333231023 (2026) Prevalensi Bakteri Spectrum Extended Beta-Lactamase Di RSUD Prof.Dr W.Z.Johanes Kupang Tahun 2023-2025. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
cover repositori new1.pdf Download (382kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (203kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (459kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Download (191kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Download (500kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (168kB) |
|
|
Text
daftar pustaka new.pdf Download (218kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN new.pdf Download (1MB) |
Abstract
Resistensi antibiotik merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan kegagalan terapi dan meningkatkan risiko infeksi. Salah satu mekanisme resistensi yang penting adalah produksi Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) oleh bakteri Gram negatif. Bakteri penghasil ESBL dapat menyebabkan infeksi yang sulit ditangani serta memiliki kemampuan menyebarkan gen resistensi di lingkungan rumah sakit. Oleh karena itu, pemantauan prevalensi bakteri penghasil ESBL diperlukan sebagai dasar dalam pengendalian resistensi antibiotik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi bakteri penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang tahun 2023–2025 berdasarkan karakteristik pasien, jenis sampel, ruangan perawatan, jenis bakteri, serta hasil uji sensitivitas antibiotik. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan kultur dan uji sensitivitas antibiotik di Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang tahun 2023–2025.Hasil : Selama periode 2023–2025 ditemukan sebanyak 585 kasus bakteri penghasil ESBL, terdiri dari 205 kasus (35,0%) pada tahun 2023, 173 kasus (29,6%) pada tahun 2024, dan 207 kasus (35,4%) pada tahun 2025. Berdasarkan jenis kelamin, kasus lebih banyak ditemukan pada perempuan sebanyak 309 kasus (52,8%) dibandingkan laki-laki 276 kasus (47,2%). Kelompok usia dewasa merupakan kelompok terbanyak dengan 342 kasus (58,46%). Berdasarkan jenis sampel, sputum merupakan sampel terbanyak yaitu 179 kasus (30,6%), diikuti darah 164 kasus (28,0%), pus 123 kasus (21,0%), dan urine 77 kasus (13,2%). Kasus terbanyak berdasarkan ruang perawatan ditemukan di NICU sebanyak 96 kasus (16,4%) dan ICU sebanyak 60 kasus (10,3%). Bakteri yang paling banyak ditemukan adalah Klebsiella pneumoniae sebanyak 282 kasus (48,2%) dan Escherichia coli sebanyak 274 kasus (46,8%). Pada data uji sensitivitas tahun 2023, meropenem menunjukkan sensitivitas tertinggi, yaitu 81,05% pada K. pneumoniae dan 85,88% pada E. coli.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ESBL, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, resistensi antibiotik, RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. |
| Subjects: | Q Science > QR Microbiology R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Anitha Ribu |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 04:46 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 04:46 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11147 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric