Faktor Risiko Infeksi Onikomikosis Oleh Dermatofita Serta Jenis Jamur Yang Paling Dominan

Erwin Leba, PO5303333231031 (2026) Faktor Risiko Infeksi Onikomikosis Oleh Dermatofita Serta Jenis Jamur Yang Paling Dominan. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
Cover (2).pdf

Download (679kB)
[img] Text
Bab 1 .pdf

Download (202kB)
[img] Text
Baab 2 .pdf

Download (444kB)
[img] Text
Bab 3 .pdf

Download (294kB)
[img] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (289kB) | Request a copy
[img] Text
Bab 5 .pdf

Download (164kB)
[img] Text
Daftar Pustaka (2).pdf

Download (209kB)
[img] Text
Daftar Lampiran .pdf

Download (419kB)

Abstract

Latar Belakang: Onikomikosis merupakan infeksi kuku yang dapat disebabkan oleh jamur dermatofita. Infeksi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, baik dari faktor host maupun pekerjaan, yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan jamur pada kuku. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko infeksi onikomikosis oleh dermatofita serta jenis jamur yang paling dominan berdasarkan review literatur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif. Sumber data berupa artikel jurnal nasional dan internasional yang diperoleh melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait onikomikosis, dermatofita, faktor risiko, dan spesies jamur dominan. Artikel yang dipilih merupakan penelitian observasional yang diterbitkan pada tahun 2018–2024, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan tersedia dalam teks lengkap. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan tabulasi dan uraian naratif. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil: Hasil review menunjukkan bahwa faktor risiko infeksi onikomikosis meliputi personal hygiene yang kurang baik, usia terutama di atas 46 tahun, diabetes melitus, serta pekerjaan sebagai petani dan petugas kebersihan yang sering terpapar lingkungan basah, lembap, dan kotor. Jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian infeksi dermatofita. Berdasarkan komparasi berbagai penelitian, Trichophyton rubrum merupakan jenis dermatofita yang paling dominan sebagai penyebab onikomikosis. Kesimpulan: Infeksi onikomikosis oleh dermatofita dipengaruhi oleh faktor host dan pekerjaan. Personal hygiene, usia, diabetes melitus, serta paparan lingkungan kerja dapat berperan dalam meningkatkan risiko infeksi, sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Trichophyton rubrum merupakan jenis dermatofita yang paling dominan sebagai penyebab onikomikosis.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Onikomikosis, Dermatofita, Faktor Risiko, Trichophyton rubrum
Subjects: R Medicine > RL Dermatology
Divisions: Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Depositing User: Erwin Leba
Date Deposited: 26 Aug 2026 08:49
Last Modified: 26 Aug 2026 08:49
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11192

Actions (login required)

View Item View Item