Margaretha Veronika Toasu, PO5303333231094 (2026) KEJADIAN TUBERKULOSIS LATEN BERDASARKAN TES MANTOUX PADA KONTAK SERUMAH PASIEN TB AKTIF DI WILAYAH PUSKESMAS OEPOI. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
Cover.pdf Download (823kB) |
|
|
Text
Bab 1.pdf Download (274kB) |
|
|
Text
bab 2.pdf Download (742kB) |
|
|
Text
Bab 3.pdf Download (300kB) |
|
|
Text
Bab 4.pdf Download (452kB) |
|
|
Text
Bab 5.pdf Download (158kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (397kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Download (2MB) |
Abstract
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kontak serumah dengan pasien TB aktif memiliki risiko tinggi mengalami infeksi tuberkulosis laten (LTBI) akibat paparan droplet secara terus-menerus dalam lingkungan rumah. Salah satu metode deteksi LTBI adalah Tes Mantoux atau Tuberculin Skin Test (TST). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian TB laten berdasarkan hasil Tes Mantoux serta hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku dengan kejadian TB laten pada kontak serumah pasien TB aktif di wilayah Puskesmas Oepoi. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada Maret–April 2026 di wilayah kerja Puskesmas Oepoi, Kota Kupang. Sampel penelitian berjumlah 30 responden kontak serumah pasien TB aktif yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling . Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan dan perilaku serta pemeriksaan Tes Mantoux menggunakan larutan PPD 0,1 mL secara intradermal. Hasil Tes Mantoux dibaca setelah 48–72 jam dengan mengukur diameter indurasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square atau Fisher Exact Test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 22 responden (73,3%), sedangkan laki-laki sebanyak 8 responden (26,7%). Berdasarkan usia, kelompok usia 21–30 tahun dan 41–50 tahun merupakan kelompok terbanyak masing-masing sebanyak 7 responden (23,3%). Hasil Tes Mantoux menunjukkan 14 responden (46,7%) positif TB laten dan 16 responden (53,3%) negatif. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku dengan kejadian TB laten pada kontak serumah pasien TB aktif. Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa hampir setengah dari kontak serumah pasien TB aktif mengalami TB laten berdasarkan hasil Tes Mantoux. Tingkat pengetahuan dan perilaku berhubungan dengan kejadian TB laten, sehingga diperlukan edukasi serta skrining rutin pada kontak serumah pasien TB aktif untuk mencegah perkembangan TB aktif dan memutus rantai penularan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tuberkulosis laten, Tes Mantoux, kontak serumah, TB aktif, tingkat pengetahuan, perilaku. |
| Subjects: | Q Science > QR Microbiology Q Science > QR Microbiology > QR180 Immunology Q Science > QR Microbiology > QR355 Virology R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Margaretha Veronika Toasu |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 04:51 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 04:51 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11205 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric