Uji Organoleptik Cookies Substitusi Tepung Kacang Hijau Dan Tepung Daun Bayam Merah Untuk Pasien Tuberkulosis Paru

Asri Rihi Huky, PO5303241231180 (2026) Uji Organoleptik Cookies Substitusi Tepung Kacang Hijau Dan Tepung Daun Bayam Merah Untuk Pasien Tuberkulosis Paru. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
cover oke.pdf

Download (612kB)
[img] Text
BAB I1.pdf

Download (238kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (443kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (293kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (428kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (196kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA oke.pdf

Download (732kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan terutama menyerang organ paru-paru. Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang dirilis pada tahun 2024 menunjukkan bahwa prevalensi tuberkulosis paru tercatat sebesar 0,30% dari total 877.531 penduduk., Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki prevalensi tuberkulosis paru sebesar 0,29% dengan jumlah responden tertimbang sebanyak 17.550 jiwa. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis daya terima cookies dengan substitusi tepung kacang hijau dan tepung bayam merah untuk pasien tuberkulosis paru Metode penelitian : Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan eksperimental menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang mencakup tiga variasi perlakuan, yaitu F1, F2, dan F3. Masing-masing perlakuan melibatkan substitusi tepung kacang hijau dan tepung bayam merah dalam pembuatan cookies dengan substitusi sebesar 20%:50%, 25%:45% dan 30%:40% secara berurutan. Analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil : konversi kacang hijau adalah 1,07:1 dan konversi bayam merah 5,66:1 Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa cookis dengan substitusi tepung kacang hijau dan tepung bayam merah pada perlakuan F2 (25%:45%) Memiliki nilai tingkat kesukaan tertinggi pada aspek warna, tekstur dan rasa. Sedangkan tingkat kesukan teritinggi pada aroma ada pada F3(30%:40%) Rata-rata penilaian uji organoleptik menunjukkan kategori “ kurang suka- suka” dengan nilai yang mendekati 2,63-3,66. Kesimpulan: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh substitusi tepung kacang hijau dan tepung bayam merah terhadap daya terima cookies berdasarkan aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa. Formula F2 (25%:45%) merupakan formula yang paling disukai panelis, sedangkan perhitungan nilai gizi menunjukkan formula F1 memiliki kandungan energi, lemak, dan karbohidrat tertinggi, serta formula F3 memiliki kandungan protein tertinggi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Tuberkulosis paru, Cookies, Tepung Kacang Hijau, Tepung Bayam Merah, Organoleptik.
Subjects: Q Science > QK Botany
R Medicine > RA Public aspects of medicine
T Technology > TX Home economics
Divisions: Jurusan Gizi
Jurusan Gizi
Depositing User: Asri Rihi Huky
Date Deposited: 24 Aug 2026 09:14
Last Modified: 24 Aug 2026 12:17
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11257

Actions (login required)

View Item View Item