Miguel Antonio Snae, PO53033332310250 (2026) Gambaran Pemeriksaan HbsAg Pada Narapidana Di Lembaga Permasyarakatan Laki-laki Kelas II Kota Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER .pdf Download (516kB) |
|
|
Text
BAB 1 Fiks .pdf Download (209kB) |
|
|
Text
bab 2 fiks.pdf Download (333kB) |
|
|
Text
BAB 3 FIKS.pdf Download (351kB) |
|
|
Text
BAB 4 FIKS.pdf Restricted to Registered users only Download (341kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5 FIKS.pdf Download (190kB) |
|
|
Text
DAPUSS RIO.pdf Download (216kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN RIOO.pdf Download (2MB) |
Abstract
Hepatitis B merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (HBV) dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia. Narapidana merupakan salah satu kelompok berisiko tinggi terinfeksi Hepatitis B karena kondisi lingkungan lembaga pemasyarakatan yang padat serta adanya perilaku berisiko seperti penggunaan alat pribadi secara bersama, tato, tindik, dan hubungan seksual tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran HBsAg pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Kupang berdasarkan umur, status perkawinan, lama masa tahanan, tingkat pengetahuan, dan perilaku berisiko. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 95 narapidana yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pemeriksaan HBsAg dilakukan menggunakan metode Immunochromatography Test (ICT), sedangkan data karakteristik, tingkat pengetahuan, dan perilaku berisiko diperoleh melalui kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 95 responden, sebanyak 5 orang (5,3%) menunjukkan hasil HBsAg positif dan 90 orang (94,7%) menunjukan hasil negatif. Hasil positif HBsAg lebih banyak ditemukan pada kelompok usia 17–25 tahun (3,2%), responden yang belum menikah (4,2%), dan kelompok masa tahanan 0–1 tahun (3,2%). Berdasarkan tingkat pengetahuan, hasil positif paling banyak ditemukan pada kategori pengetahuan cukup (3,2%). Selain itu, seluruh responden dengan hasil HBsAg positif memiliki riwayat perilaku berisiko, terutama penggunaan alat pemotong kuku bersama, melakukan tato dan tindik dengan jarum tidak steril, serta hubungan seksual tanpa pengaman atau berganti-ganti pasangan. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa prevalensi HBsAg pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Kupang sebesar 5,3%.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hepatitis B, HBsAg, narapidana, perilaku berisiko, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Kupang |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Miguel Antonio Snae |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 04:23 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 04:23 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11423 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric