Penerapan Penerapan Active Cycle Of Breathing Technique (ACBT) Pada Ny. M.F.T Dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Akibat Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Di Puskesmas Rukun Lima

Marianti Agustina Gudipun, PO5303211251702 (2026) Penerapan Penerapan Active Cycle Of Breathing Technique (ACBT) Pada Ny. M.F.T Dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Akibat Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Di Puskesmas Rukun Lima. Other thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
KIAN-YANTI GUDIPUN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan penyakit paru kronis yang ditandai dengan hambatan aliran udara yang bersifat persisten dan progresif. Salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada pasien PPOK adalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat akumulasi sekret yang menyebabkan sesak napas, batuk tidak efektif, dan penurunan fungsi ventilasi. Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang bertujuan membantu mobilisasi sekret sehingga jalan napas menjadi lebih bersih. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) dalam mengatasi masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien PPOK di Puskesmas Rukun Lima. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan studi kasus pada satu pasien PPOK yaitu Ny. M.F.T. yang mengalami masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Intervensi ACBT diberikan selama tiga hari berturut-turut, dua kali sehari dengan durasi 15–30 menit setiap sesi. Evaluasi dilakukan menggunakan indikator luaran bersihan jalan napas berdasarkan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Hasil: Sebelum dilakukan intervensi, pasien mengalami sesak napas, batuk tidak efektif, sputum sulit dikeluarkan, bunyi napas tambahan ronki, frekuensi napas 25 kali/menit, dan saturasi oksigen 96%. Setelah penerapan ACBT selama tiga hari berturut-turut, terjadi perkembangan kondisi bersihan jalan napas yang ditandai dengan berkurangnya sesak napas, meningkatnya kemampuan batuk efektif, meningkatnya pengeluaran sputum hingga ±2 mL, menurunnya bunyi napas tambahan ronki, penurunan frekuensi napas menjadi 21 kali/menit, serta peningkatan saturasi oksigen menjadi 98%. Pasien juga mampu melakukan teknik ACBT secara mandiri. Tujuan keperawatan dinyatakan tercapai sebagian. Kesimpulan: Penerapan Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) memberikan perkembangan yang positif terhadap kondisi bersihan jalan napas pada pasien PPOK dengan meningkatkan efektivitas batuk, membantu mobilisasi sekret, memperbaiki frekuensi pernapasan, dan meningkatkan saturasi oksigen. ACBT dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam penatalaksanaan pasien PPOK dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif di pelayanan kesehatan primer.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Active Cycle of Breathing Technique (ACBT), PPOK, Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, Asuhan Keperawatan, Studi Kasus
Subjects: R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Jurusan Keperawatan
Jurusan Keperawatan
Depositing User: Mrs. Yosefina Kalasansia Watu
Date Deposited: 01 Sep 2026 02:41
Last Modified: 01 Sep 2026 02:41
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11481

Actions (login required)

View Item View Item