Thoby Merger Amtiran, PO5303333231160 (2026) Peran Penggunaan Tes Cepat Molekuler Dalam Mendeteksi Kasus TB Paru: Menyelidiki Efektivitas Tes Cepat Molekuler (TCM) Dalam Mendiagnosis TB Paru Di Puskesmas Niki-Niki Kabupaten TTS. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER_THOBY_FIX.pdf Download (882kB) |
|
|
Text
BAB_I__THOBY_KTI (1) (1).pdf Download (177kB) |
|
|
Text
BAB_II__THOBY_KTI (2).pdf Download (653kB) |
|
|
Text
BAB_III__THOBY_KTI (2).pdf Download (186kB) |
|
|
Text
BAB_IV__THOBY_KTI__1_.pdf Download (702kB) |
|
|
Text
BAB_V__THOBY_KTI (3).pdf Download (20kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA THOBY KTI (2).pdf Download (261kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN THOBY KTI (4).pdf Download (2MB) |
Abstract
Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, terutama di daerah terpencil seperti Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Tes Cepat Molekuler (TCM) GeneXpert Xpert MTB/RIF Ultra telah diimplementasikan di Puskesmas Niki-Niki sebagai metode diagnostik utama untuk menggantikan pemeriksaan mikroskopis BTA konvensional. Namun evaluasi menyeluruh terhadap implementasi, efektivitas, hambatan, dan kepuasan layanan TCM di fasilitas kesehatan primer ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan alur pelayanan TCM, menganalisis efektivitas serta kecepatan hasil pemeriksaan (Turn Around Time/TAT), mengidentifikasi hambatan teknis dan non-teknis, menilai kesiapan sarana dan faktor pendukung, serta mengevaluasi kepuasan dan rekomendasi pengembangan layanan. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dengan teknik purposive sampling terhadap tiga kelompok informan: petugas laboratorium, penanggung jawab program TB, dan 18 pasien terduga TB serta TB terkonfirmasi yang dilengkapi dengan kuesioner terstruktur. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium dan Unit Pelayanan Program TB Puskesmas Niki-Niki pada bulan Februari hingga Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) TCM telah diimplementasikan secara penuh sebagai metode utama diagnosis TB dengan alur pelayanan terstruktur melalui sistem klaster; (2) TCM terbukti efektif dengan sensitivitas tinggi dan TAT rata-rata kurang dari 2 jam, jauh lebih cepat dibandingkan metode BTA; (3) hambatan teknis meliputi ketidakstabilan listrik, keterbatasan SDM (hanya satu analis aktif), dan kualitas sampel dahak yang sering terkontaminasi air liur sirih pinang, sedangkan hambatan non-teknis berupa jarak tempuh dan biaya transportasi pasien; (4) kesiapan sarana dan infrastruktur dinilai baik dengan mekanisme task-sharing yang berfungsi efektif; dan (5) tingkat kepuasan pasien sangat tinggi dengan 94,4% menyatakan puas atau sangat puas, dan 100% menyatakan penjelasan prosedur oleh petugas sudah jelas. Disimpulkan bahwa layanan TCM di Puskesmas Niki-Niki telah berjalan dengan baik dan efektif meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan sumber daya. Penambahan tenaga laboratorium bersertifikat, penguatan infrastruktur kelistrikan, dan edukasi teknik penampungan dahak yang tepat menjadi rekomendasi utama untuk meningkatkan kualitas layanan diagnostik TB secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tes Cepat Molekuler (TCM), GeneXpert, Tuberkulosis Paru, Efektivitas Diagnostik, Puskesmas, Turn Around Time, Kepuasan Pasien. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Thoby Merger Amtiran |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 08:04 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 08:04 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11532 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric