Prevalensi Epidermophyton Floccosum Penyebab Tinea Pedis Pada Pedagang Ikan Di Tempat Pelelangan Ikan (Tpi) Oeba Kota Kupang

Gabriella Silvana Yuniar Haning, PO5303333231085 (2026) Prevalensi Epidermophyton Floccosum Penyebab Tinea Pedis Pada Pedagang Ikan Di Tempat Pelelangan Ikan (Tpi) Oeba Kota Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
cover depan.repository.FIX.pdf

Download (479kB)
[img] Text
bab1. repository.FIX.pdf
Restricted to Registered users only

Download (236kB) | Request a copy
[img] Text
bab2. repository. FIX.pdf
Restricted to Registered users only

Download (454kB) | Request a copy
[img] Text
bab3. repository. FIX.pdf
Restricted to Registered users only

Download (345kB) | Request a copy
[img] Text
bab4. repository. FIX.pdf
Restricted to Registered users only

Download (592kB) | Request a copy
[img] Text
bab5. repository.FIX.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB) | Request a copy
[img] Text
dapus.ulang.pdf

Download (239kB)
[img] Text
lampiran New.pdf

Download (3MB)

Abstract

Latar belakang: Tinea pedis merupakan salah satu bentuk dermatofitosis yang sering ditemukan pada masyarakat, terutama pada kelompok pekerja yang beraktivitas di lingkungan basah dan lembap. Pedagang ikan termasuk kelompok yang berisiko tinggi mengalami infeksi jamur karena sering terpapar air dalam waktu lama, kurangnya penggunaan alat pelindung diri, serta kondisi kebersihan kaki yang kurang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi Epidermophyton floccosum sebagai penyebab tinea pedis pada pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Oeba Kota Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berupa kerokan sela jari kaki dari 30 pedagang ikan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel diinokulasikan pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA), kemudian diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis menggunakan pewarnaan Lactophenol Cotton Blue (LPCB). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 sampel ditemukan total 33 koloni jamur yang terdiri atas clamidospora 9 koloni (27,28%), hifa 8 koloni (24,24%), Aspergillus sp. 6 koloni (18,18%), Trichophyton rubrum 5 koloni (15,15%), Trichophyton mentagrophytes 4 koloni (12,12%), dan Microsporum gypseum 1 koloni (3,03%). Hasil identifikasi tidak menemukan keberadaan Epidermophyton floccosum pada seluruh sampel yang diperiksa. Dengan demikian, prevalensi Epidermophyton floccosum sebagai penyebab tinea pedis pada pedagang ikan di TPI Oeba Kota Kupang adalah 0%, sedangkan prevalensi tinea pedis sebesar 30,3%. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa Epidermophyton floccosum tidak ditemukan sebagai penyebab tinea pedis pada pedagang ikan di lokasi penelitian, sementara spesies dermatofita yang paling banyak ditemukan adalah Trichophyton rubrum.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Tinea pedis, Epidermophyton floccosum, pedagang ikan, dermatofita, SDA.
Subjects: R Medicine > RL Dermatology
Divisions: Jurusan Analis Kesehatan > Analis Kesehatan
Jurusan Analis Kesehatan > Analis Kesehatan
Jurusan Analis Kesehatan > Analis Kesehatan
Analis Kesehatan
Analis Kesehatan
Depositing User: Gabriella Silvana Yuniar Haning
Date Deposited: 02 Sep 2026 06:51
Last Modified: 02 Sep 2026 06:51
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11560

Actions (login required)

View Item View Item