Pengaruh Waktu dan Suhu Perebusan terhadap Kadar Flavonoid Total Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dengan Spektrofotometri UV-Vis

Stella Berlian Aplonia Soinbala, PO5303332030707 (2026) Pengaruh Waktu dan Suhu Perebusan terhadap Kadar Flavonoid Total Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dengan Spektrofotometri UV-Vis. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER STELLA SOINBALA.pdf

Download (612kB)
[img] Text
BAB I STELLA SOINBALA_.pdf

Download (196kB)
[img] Text
BAB II STELLA SOINBALA.pdf

Download (264kB)
[img] Text
BAB III STELLA SOINBALA.pdf

Download (317kB)
[img] Text
BAB IV STELLA SOINBALA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (300kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V STELLA SOINBALA.pdf

Download (122kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA STELLA SOINBALA.pdf

Download (214kB)
[img] Text
LAMPIRAN STELLA SOINBALA.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman obat yang mengandung flavonoid sebagai salah satu senyawa bioaktif. Proses perebusan merupakan salah satu metode ekstraksi sederhana yang sering dilakukan masyarakat dalam pengolahan rimpang temulawak dan dapat memengaruhi kadar flavonoid total yang diperoleh, sehingga variasi waktu dan suhu perebusan perlu diperhatikan. Tujuan: Mengetahui pengaruh variasi waktu dan suhu perebusan terhadap kadar flavonoid total rimpang temulawak menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis serta menentukan kombinasi perlakuan yang menghasilkan kadar flavonoid tertinggi.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan rimpang temulawak segar yang direbus pada suhu 80 dan 100° C dengan variasi waktu 15, 20, 25, dan 30 menit. Identifikasi flavonoid dilakukan secara kualitatif menggunakan pereaksi AlCl₃, HCl pekat–Mg, dan NaOH encer, sedangkan penetapan kadar flavonoid total dilakukan menggunakan metode aluminium klorida dengan spektrofotometri UV-Vis menggunakan kuersetin sebagai standar. Data dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA pada taraf signifikansi 5%. Hasil: Seluruh sampel menunjukkan hasil positif mengandung flavonoid pada uji kualitatif. Kadar flavonoid total berbeda pada setiap perlakuan. Kadarflavonoid tertinggi diperoleh pada perebusan suhu 80° C selama 25 menit, yaitu sebesar 12,2999 mg QE/100 mL, sedangkan kadar terendah diperoleh pada suhu 80° C selama 15 menit, yaitu sebesar 0,6499 mg QE/100 mL. Hasil Two-Way ANOVA menunjukkan bahwa waktu perebusan berpengaruh signifikan terhadap kadar flavonoiod total (p=0,000), suhu perebusan berpengaruh pada batas sinifikansi (p=0,050), sedangkan interaksi antara waktu dan suhu tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan(p=0,186). Kesimpulan: Variasi waktu dan suhu perebusan memengaruhi kadar flavonoid total rimpang temulawak. Kombinasi perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah perebusan pada suhu 80° C selama 25 menit yang menghasilkan kadar flavonoid total tertinggi sebesar 12,2999 mg QE/100 mL.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Temulawak, flavonoid total, perebusan, Spektrofotometri UV-Vis.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Jurusan Farmasi > Farmasi
Jurusan Farmasi > Farmasi
Farmasi
Depositing User: Stella Berlian Aplonia Soinbala
Date Deposited: 07 Sep 2026 03:15
Last Modified: 07 Sep 2026 03:15
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11648

Actions (login required)

View Item View Item