gizcha widyawati rambu emu, PO5303204230222 (2026) gambaran pola penggunaan dot susu dengan karies gigi pada anak balita di posyandu kelurahann oesapa. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
KTI GIZCHA RAMBU EMU - COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
KTI GIZCHA RAMBU EMU - BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
KTI GIZCHA RAMBU EMU - BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
KTI GIZCHA RAMBU EMU - BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
KTI GIZCHA RAMBU EMU - BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
KTI GIZCHA RAMBU EMU - BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
KTI GIZCHA RAMBU EMU_DAPUS.pdf Restricted to Registered users only Download (274kB) | Request a copy |
|
|
Text
KTI GIZCHA RAMBU EMU _LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering terjadi pada anak balita dan dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, serta kualitas hidup anak. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya karies adalah pola penggunaan dot susu yang tidak tepat, seperti penggunaan dalam jangka waktu lama, pemberian susu sebelum tidur, dan kurangnya kebersihan dot susu. Berdasarkan hasil wawancara awal di Posyandu Kelurahan Oesapa, masih ditemukan anak balita yang menggunakan dot susu dan mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Tujuan: untuk mengetahui gambaran pola penggunaan dot susu dan kejadian karies gigi pada anak balita di Posyandu Kelurahan Oesapa. Metode: menggunakan metode deskriptif dengan Sampel penelitian berjumlah 35 anak balita usia 3–5 tahun beserta ibu yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner mengenai pola penggunaan dot susu dan pemeriksaan langsung karies gigi pada anak balita. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola penggunaan dot susu dalam kategori baik sebanyak 18 responden (51,4%), kategori cukup sebanyak 12 responden (34,3%), dan kategori kurang sebanyak 5 responden (14,3%). Namun, kejadian karies gigi pada anak balita masih tergolong tinggi, yaitu sebanyak 24 anak (68,6%), sedangkan 11 anak (31,4%) tidak mengalami karies gigi. Kesimpulan: Pola penggunaan dot susu sudah tepat hanya masih ditemukan karies gigi pada anak balita sangat tinggi. Oleh karena itu, edukasi dari tenaga kesehatan perlu dilakukan agar ibu lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulut anak secara terus menerus.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dot Susu, Karies Gigi |
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan Gigi Jurusan Keperawatan Gigi Jurusan Keperawatan Gigi |
| Depositing User: | Gizcha Widyawati rambu Emu |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 07:40 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 07:40 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11674 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric