Greshelda Michelle Kristin Leo, PO5303333231136 (2026) Uji Korelasi Antara Glukosa Darah Dan Glukosa Urine Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER ITIN.pdf Download (605kB) |
|
|
Text
BAB I ITIN.pdf Download (226kB) |
|
|
Text
BAB II ITIN.pdf Download (260kB) |
|
|
Text
BAB III ITIN.pdf Restricted to Registered users only Download (242kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV ITIN.pdf Restricted to Registered users only Download (236kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V ITIN.pdf Download (179kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA ITIN.pdf Download (217kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN ITIN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Diabetes Melitus Tipe II merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia sebagai akibat dari resistensi insulin dan/atau gangguan sekresi insulin. Apabila konsentrasi glukosa darah melampaui ambang reabsorpsi ginjal, glukosa dapat ditemukan dalam urin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar glukosa darah dan glukosa urin pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional dan dilaksanakan di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang pada Februari–Mei 2026. Sampel terdiri atas 30 pasien Diabetes Melitus Tipe II yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pemeriksaan glukosa darah dilakukan dengan metode enzimatik heksokinase menggunakan ARCHITECT C4000, sedangkan pemeriksaan glukosa urin menggunakan strip reagen yang dibaca dengan Urometer 120. Data selanjutnya dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,0% responden memiliki kadar glukosa darah tinggi, sedangkan 40,0% berada pada kategori normal. Sebanyak 80,0% responden menunjukkan hasil glukosa urin negatif dan 20,0% positif. Distribusi glukosa darah pada kelompok urin negatif menunjukkan 54,2% memiliki kadar glukosa darah tinggi dan 45,8% normal, sedangkan pada kelompok urin positif sebanyak 83,3% memiliki kadar glukosa darah tinggi dan 16,7% normal. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p = 0,358 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar glukosa darah dan glukosa urin pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Dengan demikian, hasil pemeriksaan glukosa urin tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya indikator untuk menggambarkan kadar glukosa darah karena keberadaan glukosa dalam urin dapat dipengaruhi oleh variasi ambang ginjal serta faktor fisiologis individu.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes Melitus Tipe II, Glukosa Darah, Glukosa Urin, Glukosuria, Chi-Square |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Greshelda Michelle Kristin Leo |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 07:46 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 07:46 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11829 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric