PENERAPAN AROMA TERAPI DAUN MINT DAN BATUK EFEKTIF PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN MASALAH BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANATANG

PO5303203230991, HAMSIDA FITRI NEWA LAPIR (2026) PENERAPAN AROMA TERAPI DAUN MINT DAN BATUK EFEKTIF PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN MASALAH BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANATANG. Diploma thesis, Poltekes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER_HAMSIDA.pdf

Download (929kB)
[img] Text
BAB 1_ HAMSIDA.pdf

Download (140kB)
[img] Text
BAB II_ HAMSIDA.pdf

Download (152kB)
[img] Text
BAB III_HAMSIDA.pdf

Download (19kB)
[img] Text
BAB IV_ HAMSIDA.pdf

Download (482kB)
[img] Text
BAB V_HAMSIDA.pdf

Download (13kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA_HAMSIDA.pdf

Download (80kB)
[img] Text
LAMPIRAN_HAMSIDA.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Kementerian Kesehatan RI Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang Program Studi DIII Keperawatan Waingapu Karya Tulis Ilmiah, Mei 2026 HAMSIDA FITRI NEWA LAPIR “PENERAPAN AROMATERAPI DAUN MINT DAN BATUK EFEKTIF PADA PASIEN TB PARU DENGAN MASALAH BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANATANG” Xvi+ 81 Halaman+Daftar Gambar 3 Halaman + Daftar Tabel 28 Halaman Latar belakang: Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit infeksi menular akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Penularan terjadi melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Pasien Tuberkulosis paru umumnya mengalami batuk berdahak, sesak napas, penumpukan sekret, penurunan berat badan, dan gangguan aktivitas sehari-hari. Bila tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi seperti kerusakan paru hingga gagal napas hingga kematian. Dalam penanganan tuberkulosis, selain pengobatan farmakologis, terapi nonfarmakologis seperti aromaterapi daun mint dan teknik batuk efektif dapat membantu melegakan pernapasan dan memperlancar pengeluaran sekret. Metode:Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien Tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kanatang. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Pengkajian di temukan data fokus yaitu pasien tampak tidak mampu mengelurkan dahak. Diagnosa keperawatan yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif. Intervensi yang di lakukan adalah penerapan aroma terapi daun mint di kombinasikan dengan batuk efektif. Setelah dilakukan tindakan implementasi dan evaluasi penerapan aroma terapi daun mint dan batuk efektif, kedua pasien menunjukkan perbaikan bersihan jalan napas, dahak lebih mudah keluar, dan kondisi pasien tampak lebih nyaman. Kesimpulan: Aromaterapi daun mint dan teknik batuk efektif dapat membantu meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien Tuberculosis paru.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Tuberkulosis paru, aromaterapi daun mint, batuk efektif, bersihan jalan napas tidak efektif.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Prodi Keperawatan Waingapu
Jurusan Keperawatan > Prodi Keperawatan Waingapu
Jurusan Keperawatan > Prodi Keperawatan Waingapu
Depositing User: Mrs Hamsida Fitri Newa Lapir
Date Deposited: 16 Sep 2026 00:30
Last Modified: 16 Sep 2026 00:30
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/12031

Actions (login required)

View Item View Item