Penerapan Terapi Bercakap- Cakap Pada Pasien Tn. S.H. Dengan Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi Di Wilayah Kerja Puskesmas Rukun Lima

Rosina Bunga Renggi, PO530321125171 (2026) Penerapan Terapi Bercakap- Cakap Pada Pasien Tn. S.H. Dengan Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi Di Wilayah Kerja Puskesmas Rukun Lima. Other thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
KIAN ROSINA BUNGA (pdf.io).pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Latarbelakang Halusinasi merupakan salah satu gangguan persepsi, dimana terjadi pengalaman panca indra tampa adanya rangsangan sensori dari luar maupun dari dalam individu atau adanya persepsi indra yang salah. Halusinasi dibagi dalam beberapa macam diantara lain halusinasi pendengaran, halusiasi pengecapan, dan halusinasi penghidu. Salah satu keluhan yang sering dialami pasien halusinasi adalah mendengar suara bisikan atau melihat bayangan, merasakan sesuatu melalui indra perabaan, penciuman, atau Pengecapan,berbicara sendrii, tertawa sendiri, menutup telinga, mondar mandir, curiga, melihat kesatu arah, menyendiri,melamun, dan disorientasi waktu, tempat, orang atau situai. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh penerapan terapi Bercakap-cakap pada pasien dengn gangguan persepi sensori halusinasi di Wilayah Kerja Puskesmas Rukun Lima. Metode Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan subjek satu orang pasien yang mengalami halusinasi. Subyek studi kasus adalah Tn.S.H berumur 34 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, sertastudi dokumentasi. Intervensi terapi Bercakap- cakap diberikan selama 5 hari berturut-turut dengan durasi 50 menit setiap sesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi Bercakap- cakap, pasien mengalami tanda dan gejala halusinasi seperti. mendengar suara bisikan , berbicara sendiri, tertawa sendiri, menutup telinga, mondar mandir, curiga, melihat kesatu arah, menyendiri, melamun, dan disorientsi waktu, tempat, orang atau situai.Setelah diberikan terapi Bercakap – cakap selama lima hari, tingkat tanda dan gejala halusinasi menurun, Selain itu, pasien tampak lebih rileks. Kesimpulan dari studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan Terapi bercakap- cakap efektif dalam membantu menurunkan tanda dan gejala halusinasi. Terapi Bercakap -cakap dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan komplementer yang aman, mudah dilakukan, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh pasien untuk membantu mengatasi tanda dan gejala halusinasi.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Gangguan Persepsi Sensori, Halusinasi, Bercakap -cakap
Subjects: R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Jurusan Kebidanan > Bidan
Jurusan Kebidanan > Bidan
Jurusan Kebidanan > Bidan
Bidan
Bidan
Depositing User: Mrs. Yosefina Kalasansia Watu
Date Deposited: 15 Sep 2026 06:50
Last Modified: 15 Sep 2026 06:50
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/12054

Actions (login required)

View Item View Item