Gambaran Peningkatan Kadar Asam Urat Dengan Kejadian Penyakit Atritis Gout Di Rumah Sakit Umum Daerah Ende Tahun 2019

Boji, Saverinus (2020) Gambaran Peningkatan Kadar Asam Urat Dengan Kejadian Penyakit Atritis Gout Di Rumah Sakit Umum Daerah Ende Tahun 2019. Diploma thesis, Poltekes Kemenkes Kupang.

[img] Text
KTI SAVERINUS BOJI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Peningkatan insiden penyakit tidak menular menimbulkan masalah kesehatan. Salah satu penyebab penyakit tidak menular adalah peningkatan kadar asam urat dalam darah yang dapat memicu terjadinya artritis gout. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penderita artritis gout berdasarkan diagonosa dan gejala sebesar 24,7% kasus pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peningkatan asam urat dengan kejadian penyakit artritis gout di Rumah Sakit Umum Daerah Ende. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan secara retrospektif. Sampel yang digunakan adalah data Laboratorium pemeriksaan asam urat dan status pengobatan pasien yang berusia lebih dari 30 tahun yaitu sebanyak 1.415 pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Ende selama tahun 2019.Variabel penelitian adalah kasus pemeriksaan asam urat di rumah sakit umum daerah ende menggunakan pengumpulan data. Hasil pelitian menunjukkan pasien yang melakukan pemeriksaan asam urat 54,2% pasien pria dan 45,8% pasien wanita. Pasien dengan peningkatan kadar asam urat (hiperurisemia) 33,49 % terdiri dari 19,08% pada pria dan 14,41% pada wanita. Sedangkan untuk kasus kejadian penyakit artritis gout dengan diagnosa dokter 18,77% terdiri dari 9,7% pada pria dan 9,07% pada wanita sedangkan pasien menurut usia 30-40 tahun 2,74% usia 41-50 tahun 4.85% yang usia 51-60 tahun 4,85% dan yang usia lebih dari 61 tahun 6,33%. Hasil tersebut menunjukan bahwa peningkatan asam urat dalam darah dapat menimbulkan kejadian penyakit artritis gout antara laki-laki dan perempuan hampir sama sedangkan berdasarkan usia maka dapat dikatakan bahwa penemuan kasus artritis gout lebih banyak pada usia antara 51-60 tahun dan usia lebih dari 61 tahun

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Penyakit tidak menular, Asam urat, Hiperurisemia, Artritis gout
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions: Jurusan Analis Kesehatan
Jurusan Analis Kesehatan
Jurusan Analis Kesehatan
Depositing User: Mrs. Yosefina Kalasansia Watu
Date Deposited: 24 Aug 2020 01:25
Last Modified: 24 Aug 2020 01:25
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/2334

Actions (login required)

View Item View Item