Bekril Sonarita Awang, PO5303201230728 (2026) Asuhan Keperawatan Nyeri Pasca Partum Akibat Persalinan Sectio Caesarea pada Ny.R.B di Ruangan Flamboyan RSUP Ben Mboi kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER BEKRIL.pdf Download (448kB) |
|
|
Text
bab 1 bekril.pdf Download (213kB) |
|
|
Text
Bekril BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (450kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 3 Bekril.pdf Restricted to Registered users only Download (343kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4 Bekril.pdf Download (191kB) |
|
|
Text
dapus baru berkril awang baru.pdf Download (1MB) |
Abstract
Nyeri merupakan suatu pengalaman sensori sekaligus emosional yang bersifat tidak menyenangkan, yang timbul sebagai konsekuensi dari kerusakan jaringan, baik yang telah terjadi maupun yang berpotensi terjadi. Pada ibu pascapersalinan dengan tindakan sectio caesarea, sensasi nyeri kerap muncul sebagai akibat adanya sayatan pada dinding abdomen dan uterus. Kondisi tersebut tidak dapat diabaikan karena berpengaruh terhadap kenyamanan dan proses pemulihan pasien hanya menimbulkan ketidaknyamanan fisik, tetapi juga berdampak pada aspek psikologis, seperti gelisah, cemas, gangguan tidur, serta keterbatasan mobilisasi. Apabila tidak ditangani dengan baik, nyeri dapat memperlambat proses penyembuhan, menghambat aktivitas ibu dalam merawat bayi, dan meningkatkan risiko komplikasi seperti infeksi atau gangguan involusi uterus. Manifestasi nyeri pada pasien pasca sectio caesarea pada umumnya ditandai dengan adanya keluhan rasa sakit yang berpusat di area luka pembedahan ekspresi meringis, peningkatan tekanan darah dan nadi, serta perilaku protektif terhadap area yang sakit. Nyeri biasanya meningkat saat bergerak, batuk, atau berubah posisi, dan berkurang saat istirahat atau setelah pemberian analgesik. Setiap individu memiliki respons yang berbeda terhadap nyeri, dipengaruhi oleh faktor usia, pengalaman sebelumnya, dukungan keluarga, serta kondisi emosional. Nyeri pada ibu post operasi menunjukkan bahwa rasa nyeri sering menjadi keluhan utama setelah sadar dari anestesi. Ibu merasa takut untuk bergerak karena khawatir luka akan terbuka, sehingga mobilisasi menjadi terbatas. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, kelelahan, bahkan kecemasan dalam menjalani peran sebagai ibu baru. Namun, dengan dukungan tenaga kesehatan dan keluarga, ibu dapat belajar mengatasi nyeri secara bertahap. Solusi penanganan nyeri dilakukan melalui pendekatan komprehensif yang meliputi manajemen farmakologis dan nonfarmakologis. Pemberian analgesik sesuai resep dokter membantu menurunkan intensitas nyeri. Selain itu, teknik Relaksasi napas dalam, pengaturan posisi yang nyaman, mobilisasi dini secara bertahap, kontrol lingkungan yang tenang, serta edukasi tentang perawatan luka dan manajemen nyeri di rumah sangat efektif dalam mempercepat pemulihan. Asuhan keperawatan yang sistematis, terencana, dan berkesinambungan terbukti mampu menurunkan skala nyeri, meningkatkan kenyamanan, serta mencegah terjadinya komplikasi pada ibu post sectio caesarea.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sectio caesarea, nyeri akut. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan Jurusan Keperawatan |
| Depositing User: | Bekril Sonarita Awang |
| Date Deposited: | 11 May 2026 08:07 |
| Last Modified: | 11 May 2026 08:07 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/9891 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric