Asuhan Keperawatan Pada Tn.M Dengan Nyeri Akut Post Embolisasi Aeteri Meningea Media (MMA) Dengan Indikasi Chronic Subdural Hematoma (CSDH) Di Ruangan Bougenville RSUP Dr. Ben Mboi Kupang

Dominggus Mabilehi, PO5303201230740 (2026) Asuhan Keperawatan Pada Tn.M Dengan Nyeri Akut Post Embolisasi Aeteri Meningea Media (MMA) Dengan Indikasi Chronic Subdural Hematoma (CSDH) Di Ruangan Bougenville RSUP Dr. Ben Mboi Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
cover kta 1 dody.pdf

Download (656kB)
[img] Text
KTA BAB 1 dody .pdf

Download (15kB)
[img] Text
KTA BAB 2 dody.pdf

Download (473kB)
[img] Text
KTA BAB 3 dody.pdf

Download (428kB)
[img] Text
KTA BAB 4 dody.pdf

Download (121kB)
[img] Text
daftar pustaka.pdf

Download (837kB)

Abstract

Chronic Subdural Hematoma (CSDH) memiliki insiden 1,7-20,6 per 100.000 populasi per tahun, meningkat signifikan pada usia >65 tahun mencapai 48,0-80,1 per 100.000 populasi. Embolisasi arteri meningea media (MMA) telah berkembang sebagai alternatif terapi minimal invasif dengan tingkat rekurensi lebih rendah (5%) dibandingkan pembedahan konvensional (10-33%). Nyeri akut menjadi keluhan utama post-embolisasi yang memerlukan manajemen keperawatan komprehensif, namun literatur mengenai asuhan keperawatan nyeri akut post-embolisasi MMA di Indonesia masih terbatas. Tujuan: Menerapkan asuhan keperawatan pada pasien dengan nyeri akut post embolisasi MMA dengan indikasi CSDH di RSUP Dr. Ben Mboi Kupang. Metode: Studi kasus menggunakan pendekatan proses keperawatan. Pengkajian dilakukan secara komprehensif meliputi karakteristik nyeri (skala PQRST), status neurologis, dan dampak fungsional melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis. Diagnosis keperawatan disusun berdasarkan SDKI. Intervensi berbasis evidens mencakup farmakologis dan non-farmakologis (teknik relaksasi, posisi Semi-Fowler, manajemen lingkungan). Evaluasi menggunakan metode SOAP. Hasil: Pasien Tn.M (65 tahun) dengan CSDH post embolisasi MMA mengalami nyeri akut skala 6 (sedang). Setelah implementasi manajemen nyeri farmakologis dan non-farmakologis selama 3 hari, nyeri berkurang menjadi skala 0, pasien mampu melakukan teknik relaksasi mandiri dan menunjukkan tanda vital stabil. Kesimpulan: Asuhan keperawatan nyeri akut post embolisasi MMA dengan CSDH efektif melalui kombinasi intervensi farmakologis dan non-farmakologis dalam meningkatkan kenyamanan dan mempercepat pemulihan pasien.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Nyeri akut, Embolisasi Arteri Meningea Media, Chronic Subdural Hematoma, Asuhan Keperawatan.
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan
Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan
Program Studi DIII Keperawatan
Program Studi DIII Keperawatan
Program Studi DIII Keperawatan
Depositing User: Dominggus Mabilehi
Date Deposited: 25 May 2026 06:45
Last Modified: 25 May 2026 06:47
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/9919

Actions (login required)

View Item View Item