<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Asuhan Keperawatan pada Tn. D dengan Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi akibat Ca Paru di Ruang Komodo RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">PO5303201230756</mods:namePart><mods:namePart type="family">Joy Delima Neno</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kanker paru termasuk salah satu penyakit ganas dengan angka kejadian dan tingkat kematian yang masih tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gangguan pada sistem pernapasan, salah satunya efusi pleura. Efusi pleura terjadi karena adanya penumpukan cairan di dalam rongga pleura yang menghambat pengembangan paru secara maksimal. Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan antara ventilasi dan perfusi yang berdampak pada terganggunya proses pertukaran gas di paru-paru. Kondisi ini umumnya ditandai dengan keluhan sesak napas, peningkatan frekuensi pernapasan, penggunaan otot bantu napas, serta penurunan saturasi oksigen dalam darah.Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien kanker paru dengan efusi pleura kanan yang mengalami gangguan pertukaran gas di Ruang Komodo RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang mencakup tahap pengkajian, penentuan diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan intervensi, serta evaluasi yang dilakukan selama tiga hari perawatan (3 × 8 jam).Berdasarkan hasil pengkajian, pasien mengalami takipnea, mengeluhkan sesak napas terutama saat melakukan aktivitas ringan, serta membutuhkan terapi oksigen melalui kanul nasal. Intervensi keperawatan difokuskan pada pemantauan status pernapasan dan saturasi oksigen, pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan, serta pengaturan posisi semi-Fowler untuk meningkatkan ventilasi paru. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien yang ditandai dengan penurunan keluhan sesak napas, frekuensi pernapasan yang lebih stabil, serta peningkatan saturasi oksigen. Hal ini menunjukkan bahwa asuhan keperawatan yang diberikan secara sistematis dan menyeluruh dapat membantu memperbaiki gangguan pertukaran gas pada pasien kanker paru dengan efusi pleura.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">R Medicine (General)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">RB Pathology</mods:classification><mods:classification authority="lcc">RT Nursing</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-11</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>POLTEKKES KEMENKES KUPANG;D III KEPERAWATAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>