<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Asuhan Keperawatan pada Ny.M Dengan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Akibat Diabetes Mellitus Tipe II Di Ruangan Garuda RSUD S.K Lerik Kota Kupang</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">PO5303201230817</mods:namePart><mods:namePart type="family">Yohana Loretha Kristin Jeramu</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Latar Belakang : Gangguan metabolisme kronis berupa DM Tipe II terjadi akibat ketidakmampuan insulin bekerja secara efektif, yang berdampak pada kondisi hiperglikemia. Fenomena ini memerlukan pendekatan asuhan keperawatan yang terintegrasi. Fakta bahwa angka kasus di Kota Kupang merupakan yang terbesar di wilayah Nusa Tenggara Timur mempertegas urgensi penatalaksanaan kadar glukosa secara tepat guna menghindari dampak kesehatan yang lebih berat.&#13;
Tujuan : Laporan ini bertujuan mengeksplorasi asuhan keperawatan komprehensif pada Ny. M, seorang pasien Diabetes Mellitus Tipe II di RSUD S.K. Lerik. Studi ini secara khusus menyoroti intervensi terhadap masalah ketidakstabilan glukosa darah serta gangguan pada aspek nutrisi dan cairan selama masa perawatan di Ruang Garuda.&#13;
Metode : Strategi asuhan keperawatan dalam studi ini dilakukan melalui lima tahapan utama: pengkajian, perumusan diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Dalam praktiknya, intervensi keperawatan menitikberatkan pada stabilitas kadar glukosa melalui edukasi pilar diabetes, manajemen cairan dan nutrisi yang tepat, serta kepatuhan terhadap program aktivitas fisik dan terapi medis.&#13;
Hasil : Dalam waktu 3x24 jam perawatan, efektivitas tindakan terlihat dari penurunan kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) menjadi 175 mg/dL. Manifestasi klinis berupa rasa lelah dan gejala 3P (polidipsi &amp; polifagia) sudah jauh berkurang dibanding sebelumnya. Pasien kini juga lebih edukatif dan mampu mendemonstrasikan pemahaman mengenai pengelolaan penyakitnya tanpa bantuan penuh dari tenaga medis. Kesimpulan : Masalah klinis terkait ketidakstabilan glukosa darah memperlihatkan perkembangan ke arah perbaikan (teratasi sebagian). Hasil ini didukung oleh efektivitas edukasi lima pilar diabetes serta kolaborasi interdisipliner yang mampu menjaga kestabilan kadar gula dalam darah sekaligus mengoptimalkan kemampuan self-care atau perawatan diri pada pasien.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">R Medicine (General)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">RB Pathology</mods:classification><mods:classification authority="lcc">RT Nursing</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-20</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>POLITEKNIK KESEHATAN  KEMENKES KUPANG;DIII KEPERAWATAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>