%0 Thesis %9 Diploma %A Vitri Benu, P05303201230813 %B D III KEPERAWATAN %D 2026 %F poltekkes:10141 %I POLTEKKES KEMENKES KUPANG %K Kata Kunci : Kusta, Perfusi Perifer Tidak Efektif, Asuhan Keperawatan %P 104 %T ASUHAN KEPERAWATAN TN. A DENGAN MASALAH KEPERAWATAN PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF AKIBAT KOMPLIKASI LEPRA ( TBC DAN ANEMIA ) DI RUANG RAJAWALI RSUD S.K. LERIK KOTA KUPANG %U http://repository.poltekeskupang.ac.id/10141/ %X Latar Belakang : Kusta (lepra) merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang dapat menyerang kulit, saraf perifer, dan jaringan lainnya. Penyakit ini sering menimbulkan komplikasi berupa gangguan perfusi perifer akibat kerusakan saraf dan gangguan sirkulasi darah. Apabila tidak ditangani secara tepat, kondisi ini dapat menyebabkan kecacatan permanen dan menurunkan kualitas hidup pasien.Asuhan Keperawatanyang komprehensif dan berkesinambungan untuk mengatasi masalah perfusi perifer tidak efektif pada pasien kusta. Tujuan : Tujuan penulisan laporan kasus ini adalah untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien kusta dengan masalah keperawatan perfusi perifer tidak efektif di Ruang Rajawali RSUD S.K. Lerik Kota Kupang. Metode : Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta telaah dokumentasi medis dan hasil pemeriksaan penunjang. Hasil : Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pasien mengalami perfusi perifer tidak efektif yang ditandai dengan pengisian kapiler memanjang, pucat pada ekstremitas, serta didukung oleh hasil pemeriksaan laboratorium berupa kadar hemoglobin yang rendah. Setelah dilakukan intervensi keperawatan berupa pemantauan sirkulasi perifer, perawatan ekstremitas, edukasi kesehatan, serta kolaborasi pemberian terapi medis dan transfusi darah sesuai indikasi, kondisi perfusi perifer pasien menunjukkan perbaikan secara bertahap. Simpulan : Penerapan asuhan keperawatan yang sistematis dan berkesinambungan dapat membantu memperbaiki perfusi perifer pada pasien kusta. Peran perawat sangat penting dalam pemantauan kondisi pasien, pelaksanaan intervensi keperawatan, serta kolaborasi dengan tim kesehatan lainnya. Saran : Diharapkan perawat dapat meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien kusta, khususnya yang mengalami gangguan perfusi perifer. Selain itu, institusi pelayanan kesehatan diharapkan dapat terus meningkatkan mutu pelayanan keperawatan melalui penerapan standar asuhan keperawatan yang optimal. Kata Kunci : Kusta, Perfusi Perifer Tidak Efektif, Asuhan Keperawatan