Yosefina Sesilia Kuka Koten, PO5303330220260 (2026) Pemetaan Penerapan Pilar 2 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Di Kelurahan Nonbes Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
Cover sesill.pdf Download (774kB) |
|
|
Text
BAB I sesill.pdf Restricted to Registered users only Download (172kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB II sesil.pdf Restricted to Registered users only Download (373kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III sesil.pdf Restricted to Registered users only Download (671kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV sesil.pdf Restricted to Registered users only Download (895kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V sesil.pdf Restricted to Registered users only Download (151kB) | Request a copy |
|
|
Text
dapus sesill.pdf Download (280kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN sesil.pdf Download (764kB) |
Abstract
tingginya kasus diare yang mencapai 26 kasus di Kelurahan Nonbes pada tahun 2025 menjadi alasan kuat perlunya evaluasi terhadap pelaksanaan pilar kedua STBM. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis serta mengidentifikasi secara spasial bentuk sarana sanitasi dan tingkat kedisiplinan warga Kelurahan Nonbes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang dalam menjalankan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Menggunakan rumus Slovin dengan batas kesalahan 5%, didapatkan sampel sebanyak 258 rumah dari total populasi 725 rumah melalui teknik acak sederhana. Pengumpulan data di lapangan dilakukan memakai aplikasi Epicollect5 untuk memantau kepatuhan CTPS pada minimal tiga waktu penting, yang selanjutnya dipetakan lewat aplikasi QGIS. Dari penelitian ini ditemukan bahwa sarana cuci tangan warga sebagian besar masih memakai wadah penampung air biasa, seperti ember atau baskom (82,17%) dan gayung (11,63%). sedangkan keberadaan wastafel maupun keran air mengalir kategori sangat rendah (kurang dari 5%). Meskipun keterbatasan sarana CTPS, kesadaran masyarakat untuk melakukan CTPS sangat tinggi (94,19%). Berdasarkan peta sebaran, penggunaan sarana ember/baskom tersebar merata dengan kepadatan tertinggi di RW 006, sementara peta kategori menunjukkan hampir seluruh wilayah melakukan CTPS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterbatasan sarana cuci tangan tidak menghalangi masyarakat untuk menjaga kesehatan. Kesadaran warga tentang manfaat sabun jauh lebih penting dalam mencegah penyakit daripada fasilitas yang modern. Saran yang dapat diberikan adalah mendorong masyarakat beralih ke sistem air mengalir demi menghindari penularan penyakit, serta memberikan edukasi khusus bagi masyarakat yang belum melakukan CTPS. . Kata Kunci: Cuci Tangan Pakai Sabun, Diare, Pemetaan QGIS, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Kepustakaan : 30 buah (2018-2025)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cuci Tangan Pakai Sabun, Diare, Pemetaan QGIS, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. |
| Subjects: | L Education > L Education (General) L Education > LB Theory and practice of education R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Jurusan Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Yosefina Sesilia Kuka Koten |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 04:00 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 04:00 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10250 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric