Kondisi Fisik Rumah Pada Penderita Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Camplong

Meny Susanti Nan, PO5303330230191 (2026) Kondisi Fisik Rumah Pada Penderita Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Camplong. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER TUGAS AKHIR MENY.pdf

Download (543kB)
[img] Text
BAB I TUGAS AKHIR MENY (2) (1).pdf

Download (174kB)
[img] Text
BAB II TUGAS AKHIR MENY.pdf

Download (240kB)
[img] Text
BAB III TUGAS AKHIR MENY.pdf

Download (237kB)
[img] Text
BAB IV TUGAS AKHIR MENY.pdf

Download (280kB)
[img] Text
BAB V TUGAS AKHIR MENY (1).pdf

Download (113kB)
[img] Text
DAPUSS TUGAS AKHIR MENY NAN (2).pdf

Download (208kB)
[img] Text
LAMPIRAN TUGAS AKHIR MENY.pdf

Download (1MB)

Abstract

Rumah sehat adalah tepat berlindung dan bernaung dari panasnya sinar matahari, dinginnya udara malam hari, dan turunnya hujan sehingga rumah dikatakan sangat penting bagi kehidupan setiap orang. Kondisi fisik rumah merupakan salah satu faktor lingkungan yang berperan penting dalam terjadinya penularan penyakit Tuberkulosis. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi fisik rumah pada penderita Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Camplong Kabupaten Kupang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan Variabel yang di teliti dalam penelitian ini yaitu kondisi ventilasi rumah, suhu, kelembaban, pencahayaan, jenis lantai dan kepadatan hunian dalam rumah. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah rumah penderita tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Camplong Kabupaten Kupang. Data diolah dan disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel untuk memberikan gambaran kondisi fisik rumah pada penderita tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Camplong Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kondisi pencahayaan alami 75,29%, kondisi lantai 68,57%, suhu ruangan 62,86%, dan kepadatan hunian 62,86%. Namun, ditemukan masalah lingkungan yang sangat menonjol, yaitu kelembapan rumah yang tidak memenuhi syarat 88,57% dan ventilasi yang tidak memenuhi syarat pada 94,29% rumah. Temuan ini menunjukkan sebagian besar aspek fisik bangunan telah memenuhi standar kesehatan lingkungan, tetapi kualitas sirkulasi udara yang buruk menyebabkan tingginya tingkat kelembapan rumah. Kelembapan yang hampir merata pada sebagian besar rumah menjadi fenomena dominan dan faktor risiko lingkungan paling signifikan yang berpotensi menghambat terwujudnya rumah sehat serta meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan berbasis lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian, masyarakat disarankan untuk meningkatkan kualitas ventilasi rumah melalui penambahan atau perbaikan bukaan ventilasi agar sirkulasi udara berlangsung optimal dan kelembapan di dalam rumah dapat dikendalikan. Penghuni rumah juga perlu membiasakan membuka jendela secara rutin, serta mengurangi aktivitas yang dapat meningkatkan kelembapan ruangan, seperti menjemur pakaian di dalam rumah. Selain itu, kondisi pencahayaan alami, lantai, suhu ruangan, dan kepadatan hunian yang telah memenuhi persyaratan kesehatan perlu dipertahankan melalui pemeliharaan rumah secara berkala.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kondisi Fisik Rumah, Tuberkulosis, Ventilasi, Suhu, Kelembaban, Pencahayaan
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan
Depositing User: Meny Susanti Nan
Date Deposited: 29 Jun 2026 02:00
Last Modified: 29 Jun 2026 02:00
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10262

Actions (login required)

View Item View Item