Pemetaan Kondisi Fisik Sumur Gali Dan Penderita Penyakit Kulit Di Desa Upfaon Kecamatan Biboki Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara Tahun 2026

Gabriel Ibrahima Chalvien Tanu, PO5303330230082 (2026) Pemetaan Kondisi Fisik Sumur Gali Dan Penderita Penyakit Kulit Di Desa Upfaon Kecamatan Biboki Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara Tahun 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER.pdf

Download (703kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (380kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (335kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (445kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (872kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf

Download (175kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA 1.pdf

Download (286kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Sumur merupakan sumber utama penyediaan air bersih bagi penduduk, baik di perkotaan maupun dipedesaan. Sumur merupakan jenis sarana air bersih yang banyak dipergunakan masyarakat, karena ± 45% masyarakat mempergunakan jenis sarana air bersih ini. Prevalensi penyakit kulit infeksi di seluruh dunia dilaporkan sekitar 300 juta kasus (WHO, 2020). Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis kondisi fisik sumur gali dengan penderita penyakit kulit di Desa Upfaon. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Variabel penelitian ini kondisi fisik sumur gali, kejadian penyakit kulit, pemetaan sarana sumur gali. Populasi dalam penelitian ini 436 rumah dan sampelnya 206 rumah. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proportional stratified. Penelitian ini menggunakan tahap editing, coding, tabulating, entry/processing. Penelitian menggunakan analisis deskriptif data yang disajikan dari hasil survey disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 42 sumur gali yang diperiksa, sebanyak 24 sumur (57%) berada pada kategori risiko pencemaran rendah, 15 sumur (36%) kategori risiko sedang, 3 sumur (7%) kategori risiko tinggi, dan tidak terdapat sumur dengan kategori risiko amat tinggi. Dari 206 rumah yang disurvei, terdapat 38 rumah (18,4%) yang memiliki kasus penyakit kulit dan 168 rumah (81,6%) tidak memiliki kasus penyakit kulit. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa sebaran sumur gali di Desa Upfaon didominasi oleh kategori risiko pencemaran rendah, sedangkan kategori risiko tinggi hanya ditemukan pada beberapa titik lokasi. Kesimpulan hasil penelitian terdapat 24 sumur (57%) berada pada kategori risiko pencemaran rendah, 15 sumur (36%) kategori risiko sedang, 3 sumur (7%) kategori risiko tinggi, dan tidak terdapat sumur dengan kategori risiko amat tinggi. Dari 206 rumah yang disurvei, terdapat 38 rumah (18,4%) yang memiliki kasus penyakit kulit dan 168 rumah (81,6%) tidak memiliki kasus penyakit kulit. Saran yang diberikan kepada masyarakat Desa Upfaon masyarakat diharapkan menjaga kondisi fisik sumur dan masyarakat juga perlu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Sumur Gali, Penyakit Kulit, Pemetaan
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan
Depositing User: Gabriel Ibrahima Chalvien Tanu
Date Deposited: 16 Jul 2026 05:53
Last Modified: 16 Jul 2026 05:53
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10396

Actions (login required)

View Item View Item