Hubungan Antara Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Ispa Di Desa Bokong Kabupaten Kupang Tahun 2026

Fanriswan Oli, PO5303330230081 (2026) Hubungan Antara Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Ispa Di Desa Bokong Kabupaten Kupang Tahun 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER Fikssssss.pdf

Download (577kB)
[img] Text
BAB I Riswan.pdf

Download (194kB)
[img] Text
BAB II Riswan.pdf

Download (258kB)
[img] Text
BAB III Riswan.pdf

Download (347kB)
[img] Text
BAB IV riswan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (364kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V riswan.pdf

Download (178kB)
[img] Text
DAPUS FIKSS terakhir.pdf

Download (286kB)
[img] Text
LAMPIRAN Riswan.pdf

Download (2MB)

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan hampir 4 juta kematian setiap tahun secara global. Di Desa Bokong, wilayah kerja Puskesmas Baumata Kabupaten Kupang, tercatat 307 penderita ISPA pada tahun 2025, menjadikannya desa dengan kasus ISPA tertinggi di wilayah tersebut. Tingginya angka kejadian ISPA diduga berkaitan erat dengan kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kondisi fisik rumah meliputi ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian, jenis lantai, dinding, atap, suhu, dan kelembaban dengan kejadian ISPA di Desa Bokong Kabupaten Kupang tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol (case-control) dengan jumlah responden sebanyak 60 rumah, terdiri dari 30 rumah kelompok kasus (penderita ISPA) dan 30 rumah kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan instrumen penelitian berupa lembar checklist dan alat ukur. Analisis data menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian ISPA dengan ventilasi rumah (p = 0,000), pencahayaan (p = 0,000), kepadatan hunian (p = 0,000), jenis lantai rumah (p = 0,000), jenis dinding rumah (p = 0,000), dan suhu rumah (p = 0,000). Sementara itu, jenis atap rumah dan kelembaban rumah tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA (p > 0,05), karena seluruh rumah responden memiliki kondisi atap dan kelembaban yang relatif seragam dan memenuhi syarat kesehatan. Sebagian besar komponen fisik rumah (ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian, lantai, dinding, dan suhu) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA di Desa Bokong. Masyarakat diharapkan menjaga kondisi fisik rumah agar memenuhi syarat kesehatan sebagai upaya pencegahan ISPA, dan Puskesmas diharapkan meningkatkan kegiatan penyuluhan tentang rumah sehat kepada masyarakat.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: ISPA, kondisi fisik rumah, ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan
Depositing User: Fanriswan Oli
Date Deposited: 20 Jul 2026 03:40
Last Modified: 20 Jul 2026 03:40
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10499

Actions (login required)

View Item View Item