Fanny natasya putri malau, PO5303330230128 (2026) Faktor Pemicu Kejadian Penyakit Diare Di Desa Sillu Wilayah Kerja Puskesmas Camplong. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER FANNY.pdf Download (666kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (199kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (269kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (232kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (247kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (147kB) |
|
|
Text
Lampiran Fanny.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA FANNY.pdf Download (186kB) |
Abstract
Diare merupakan penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kupang. Data UPTD Puskesmas Camplong mencatat 18 kasus diare pada tahun 2025 di Desa Sillu, dengan 22 KK belum memiliki jamban dan 90 orang belum menerapkan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS). Kondisi ini diduga berkaitan dengan berbagai faktor lingkungan seperti ketersediaan dan kondisi jamban keluarga, sarana air bersih, pengolahan air minum, serta sarana CTPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pemicu kejadian penyakit diare di Desa Sillu Wilayah Kerja Puskesmas Camplong. Jenis penelitian ini penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Variabel yang diteliti meliputi ketersediaan jamban keluarga, kondisi sarana jamban keluarga, kondisi sarana air bersih, pengolahan air minum rumah tangga, dan kondisi sarana CTPS. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat di Desa Sillu sebanyak 4533 jiwa dengan sampel 74 terdiri dari 37 kasus yang dibandingkan dengan 37 non kasus (kontrol). Data yang digunakan didapatkan dari data primer dan sekunder yang diperoleh dengan cara observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan jamban tidak memenuhi syarat pada kelompok kasus 8,11% dan kontrol 2,70%. Kondisi jamban dengan kategori risiko tinggi pada kontrol 33,78% dan kasus 27,03%. Tingkat risiko sarana air bersih kategori rendah pada kasus 36,49% dan kontrol 24,32%. Pengolahan air minum rumah tangga pada kasus dan kontrol dan 100% memenuhi syarat. ketersediaan sarana CTPS pada kasus sebesar 10,81% dan kontrol yang 50%. Kesimpulan: dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian diare di Desa Sillu wilayah kerja Puskesmas Camplong dapat terjadi karena dipicu oleh kondisi sarana jamban yang belum memenuhi syarat maka disarankan secara rutin melakukan perbaikan sarana jamban , termasuk menjaga kebersihan, memperbaiki kerusakan konstruksi secara berkala, serta memastikan jamban yang digunakan selalu berada dalam kondisi layak dan memenuhi persyaratan kesehatan lingkungan guna mencegah risiko pencemaran.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Faktor Pemicu, Penyakit, Diare |
| Subjects: | L Education > L Education (General) R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Fanny Natasya Putri Malua |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 08:28 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 08:28 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10688 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric