Paulus Andri Ananda Naju, PO5303330230149 (2026) Studi Faktor Risiko Pencemaran Sumur Bor Di Wilayah Kerja Puskesmas Naibonat Tahun 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
Cover Paulus Andri.pdf Download (775kB) |
|
|
Text
BAB I Paulus Andri.pdf Download (147kB) |
|
|
Text
Bab II Paulus Naju.pdf Download (312kB) |
|
|
Text
BAB III Paulus Naju.pdf Download (332kB) |
|
|
Text
BAB IV Paulus Naju.pdf Download (267kB) |
|
|
Text
BAB V Paulus Naju.pdf Download (157kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA Paulus Naju (2).pdf Download (362kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN Paulus Naju.pdf Download (3MB) |
Abstract
Sumur bor merupakan salah satu proses penggallian tanah yang dilakukan agar bisa mendapatkan sumber mata air. Di wilayah kerja Puskesmas Naibonat masyarakat memanfaatkan berbagai sumber air bersih, seperti sumur bor, PDAM, dan sumur gali. Sarana yang paling banyak digunakan adalah sumur bor, yaitu sebanyak 235 sumur bor. Namun, berdasarkan hasil observasi awal saat praktik di Puskesmas, masih ditemukan beberapa sumur bor yang belum memenuhi syarat. Pada tahun 2025, tercatat 158 kasus diare yang merupakan salah satu penyakit terkait air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menilai faktor risiko pencemaran sumur bor di wilayah kerja Puskesmas Naibonat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan variabel meliputi jarak sumber pencemar, penutup sumur bor, reservoir/bak penampung, kondisi pipa distribusi, kualitas fisik air ,dan tingkat risiko pencemar. Populasi penelitian berjumlah 235 sumur bor dengan sampel sebanyak 70 sumur bor di Wilayah Kerja Puskesmas Naibonat. Data di kumpulkan melalui observasi menggunkan formulir ceklis inspeksi sanitasi sumur bor dan di analisis secara deskriptif dengan membndingkan hasil penelitian kajian teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33 (47%) sumur bor memenuhi syarat jarak sumber pencemar, 42 (60%) memenuhi syarat kondisi penutup sumur bor, 6 (9%) memenuhi syarat kondisi reservoir/bak penampungan, 45 (64%) memenuhi syarat kondisi pipa distribusi, dan 70 (100%) memenuhi syarat kualitas fisik air. Tingkat risiko pencemaran sumur bor menunjukkan 5 (7%) sumur berisiko tinggi, 28 (40%) berisiko sedang, dan 37 (53%) berisiko rendah. Disimpulkan bahwa sebagian besar sumur bor di Wilayah Kerja Puskesmas Naibonat masih memiliki beberapa komponen yang belum memenuhi syarat kesehatan, terutama pada jarak sumber pencemar dan kondisi reservoir/bak penampungan. Meskipun kualitas fisik air seluruh sumur bor telah memenuhi syarat, masih terdapat sumur bor dengan tingkat risiko pencemaran sedang hingga tinggi. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan konstruksi dan pemeliharaan sarana sumur bor serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar sumur untuk mencegah terjadinya pencemaran air
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sumur bor, tingkat risiko, pencemaran |
| Subjects: | L Education > LA History of education L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education |
| Divisions: | Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Paulus Andri Ananda Naju |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 03:32 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 03:32 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10764 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric