Hubungan Aktivitas Fisik Dan Pola Makan Dengan Risiko Anemia Pada Remaja Putri Di SKO Flobamorata Kupang

Aurelia Penialin Teme, PO5303241231184 (2026) Hubungan Aktivitas Fisik Dan Pola Makan Dengan Risiko Anemia Pada Remaja Putri Di SKO Flobamorata Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
TEME COVERR.pdf

Download (598kB)
[img] Text
TEME BAB 1.pdf

Download (23kB)
[img] Text
RENI TEME BAB 2.pdf

Download (303kB)
[img] Text
TEME BAB III.pdf

Download (258kB)
[img] Text
TEME BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (147kB) | Request a copy
[img] Text
TEME BAB V.pdf

Download (7kB)
[img] Text
TEME DAPUS.pdf

Download (187kB)
[img] Text
TEME LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang masih banyak terjadi pada remaja putri akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan menstruasi. Aktivitas fisik yang tinggi serta pola makan yang tidak seimbang dapat memengaruhi status hemoglobin remaja putri. Di Indonesia, Riskesdas 2018 melaporkan prevalensi anemia remaja putri sebesar 32%, Di Nusa Tenggara Timur (NTT), prevalensi anemia remaja putri mencapai 72,2%, dan di kota kupang 65%. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan pola tidur dengan risiko anemia pada remaja putri di SKO Flobamorata Kupang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian bersifat kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 48 orang yang dilakukan di SKO Flobamorata Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar remaja putri di SKO Flobamorata Kupang memiliki aktivitas fisik kategori berat, yaitu sebanyak 34 orang (70,8%), sedangkan aktivitas fisik kategori sedang sebanyak 14 orang (29,2%), Sebagian besar remaja putri memiliki pola makan kategori baik, yaitu sebanyak 18 orang (37,5%), sedangkan kategori cukup dan buruk masing-masing sebanyak 15 orang (31,3%), Sebagian besar responden mengalami anemia, dengan kategori anemia ringan sebanyak 14 orang (29,2%), anemia sedang 11 orang (22,9%), dan anemia berat 6 orang (12,5%), sedangkan responden dengan kadar hemoglobin normal sebanyak 17 orang (35,4%) Hasil uji Fisher's Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan risiko anemia (p = 0,253), sedangkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan risiko anemia (p = 0,020). Berdasarkan hasil Penelitian yang telah dilakukan pada Remaja Kelas X dan XI di SKO Flobamorata Kota Kupang Sebagian besar remaja putri di SKO Flobamorata Kupang memiliki aktivitas fisik kategori berat, yaitu sebanyak 34 orang (70,8%), sedangkan aktivitas fisik kategori sedang sebanyak 14 orang (29,2%), memiliki pola makan kategori baik, yaitu sebanyak 18 orang (37,5%), sedangkan kategori cukup dan buruk masing-masing sebanyak 15 orang (31,3%), responden mengalami anemia, dengan kategori anemia ringan sebanyak 14 orang (29,2%), anemia sedang 11 orang (22,9%), dan anemia berat 6 orang (12,5%), sedangkan responden dengan kadar hemoglobin normal sebanyak 17 orang (35,4%), Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan risiko anemia pada remaja putri di SKO Flobamorata Kupang, dengan nilai p-value = 0,253 (p > 0,05), Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan risiko anemia pada remaja putri di SKO Flobamorata Kupang, dengan nilai p-value = 0,020 (p < 0,05). Oleh karena itu diarapkan diharapkan remaja putri di SKO Flobamorata kupang dapat menambah pengetahuan tentang Risiko Anemia dan pentingnya zat besi bagi remaja putri.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Aktivitas Fisik, Pola Makan, Remaja Putri, Anemia.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RB Pathology
Divisions: Jurusan Gizi
Jurusan Gizi
Depositing User: Aurelia Penialin Teme
Date Deposited: 02 Sep 2026 08:45
Last Modified: 02 Sep 2026 08:45
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11072

Actions (login required)

View Item View Item