IDENTIFIKASI JAMUR NON DERMATOFITA PADA MUKOSA MULUT PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD. PROF DR. W.Z. JOHANNES KUPANG

Floresita Maria Yosefa Gono, PO5303333231084 (2026) IDENTIFIKASI JAMUR NON DERMATOFITA PADA MUKOSA MULUT PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD. PROF DR. W.Z. JOHANNES KUPANG. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER-DAFTAR LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (311kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (963kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (345kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (636kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (191kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (470kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (3MB)

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan kerja maupun sekresi insulin. Kondisi hiperglikemia yang berlangsung lama dapat menurunkan sistem imun, mengubah komposisi saliva, serta meningkatkan risiko kolonisasi jamur oportunistik pada rongga mulut, termasuk jamur non dermatofita. Jamur non dermatofita merupakan jamur oportunistik yang dapat ditemukan pada mukosa atau kulit, terutama pada individu dengan sistem imun yang menurun. Tujuan: Mengidentifikasi jamur non dermatofita pada mukosa mulut penderita Diabetes Melitus tipe 2 di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional laboratorium. Sampel penelitian berjumlah 35 swab mukosa mulut penderita DM tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan dilakukan melalui kultur pada media Potato Dextrose Agar (PDA), kemudian dilanjutkan dengan identifikasi mikroskopis menggunakan pewarnaan Lactophenol Cotton Blue (LPCB). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil : Berdasarkan karakteristik responden, sebagian besar penderita Diabetes Melitus tipe 2 berusia 56–76 tahun sebanyak 25 responden (71%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 21 responden (60%). Hasil pemeriksaan menunjukkan 7 responden (20%) positif ditemukan jamur non dermatofita, sedangkan 28 responden (80%) menunjukkan hasil negatif. Hasil identifikasi menunjukkan Aspergillus sp. merupakan jenis jamur yang paling banyak ditemukan, yaitu 7 isolat (78%), sedangkan Candida sp. ditemukan sebanyak 2 isolat (22%). Kesimpulan: Jamur non dermatofita ditemukan pada mukosa mulut penderita Diabetes Melitus tipe 2 di Rsud Prof. Dr. W.Z Johannes Kupang, dengan hasil positif pada 7 responden (20%) dan hasil negatif pada 28 responden (80%).

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Diabetes Melitus tipe 2, jamur non dermatofita, mukosa mulut, Aspergillus sp., Candida sp.
Subjects: Q Science > QR Microbiology
R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Depositing User: Floresita Maria Yosefa Gono
Date Deposited: 24 Aug 2026 08:03
Last Modified: 24 Aug 2026 08:03
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11129

Actions (login required)

View Item View Item