Racquela Febriani Runesi, PO5303333231053 (2026) Gambaran Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) Pada Pemulung Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak Kota Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
cover.pdf Download (505kB) |
|
|
Text
bab 1.pdf Download (154kB) |
|
|
Text
bab 2.pdf Download (594kB) |
|
|
Text
bab 3.pdf Download (240kB) |
|
|
Text
bab 4.pdf Download (288kB) |
|
|
Text
bab 5.pdf Download (139kB) |
|
|
Text
dapus.pdf Download (174kB) |
|
|
Text
lampiran.pdf Download (2MB) |
Abstract
Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan kelompok cacing nematoda usus yang penularannya melalui tanah, meliputi Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan Hookworm. World Health Organization (2023) melaporkan sekitar 1,5 miliar orang atau 24% populasi dunia terinfeksi STH, dengan prevalensi di Indonesia berkisar 40-60% dan Provinsi Nusa Tenggara Timur menduduki peringkat ketiga tertinggi (28%). Pemulung merupakan kelompok pekerja berisiko tinggi terinfeksi STH karena aktivitasnya yang bersentuhan langsung dengan sampah dan tanah serta minimnya penggunaan alat pelindung diri (APD). Penelitian sebelumnya di TPA Alak masih terbatas pada kelompok anak-anak sehingga belum menggambarkan kejadian infeksi STH secara menyeluruh pada seluruh kelompok usia pemulung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran infeksi STH pada pemulung di TPA Alak Kota Kupang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 responden, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan sampel feses dilakukan dengan metode langsung (direct slide) di Laboratorium Parasitologi Prodi Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Kupang pada bulan Maret–April 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden didominasi kelompok usia dewasa akhir 36-45 tahun (32,5%), berjenis kelamin perempuan (62,5%), dan berpendidikan tamat SD (62,5%). Proporsi infeksi STH ditemukan sebesar 12,5%, terdiri dari Ascaris lumbricoides (7,5%) dan Hookworm (5%), serta ditemukan pula infeksi non-STH berupa Hymenolepis dan Taenia sp. masing-masing 2,5%. Hasil analisis Prevalence Ratio (PR) menunjukkan bahwa personal hygiene yang kurang baik memiliki risiko 4,5 kali lebih tinggi terhadap kejadian infeksi STH, sedangkan sanitasi lingkungan yang baik berperan sebagai faktor protektif dengan PR sebesar 0,4.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Soil Transmitted Helminths, pemulung, personal hygiene, sanitasi lingkungan. |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Racquela Febriani Runesi |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 03:15 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 03:15 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11175 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric