Nofred Tadu Tadja, PO5303333231151 (2026) Analisis Faktor Risiko Kejadian Infeksi Enterobiasis Pada Anak Umur 2-13 Tahun Di Dusun Kiuteta, Desa Noelbaki Kabupaten Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
Cover.pdf Download (987kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (203kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (311kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Download (279kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Download (192kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (183kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (190kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang: Enterobiasis merupakan penyakit infeksi usus yang disebabkan oleh Enterobius vermicularis dan masih sering ditemukan pada anak-anak. Tingginya kejadian Enterobiasis berkaitan dengan berbagai faktor risiko, seperti perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kondisi sanitasi lingkungan rumah, serta tingkat pengetahuan orang tua. Kelompok umur balita dan anak-anak merupakan kelompok yang rentan terinfeksi karena kebiasaan bermain dan tingkat kesadaran menjaga kebersihan diri yang masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sanitasi lingkungan rumah, dan pengetahuan orang tua dengan kejadian Enterobiasis pada anak usia 2–13 tahun di Dusun Kiuteta, Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain case control yang dilaksanakan pada bulan Februari–April 2026 di Dusun Kiuteta, Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang. Sampel penelitian berjumlah 64 anak usia 2–13 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan Enterobiasis menggunakan metode anal swab yang diamati secara mikroskopis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 64 anak yang diperiksa, sebanyak 25 anak (39%) terinfeksi Enterobiasis dan 39 anak (61%) tidak terinfeksi. kejadian Enterobiasis lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki dibandingkan perempuan. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara PHBS dengan kejadian Enterobiasis (P = 0,023). Berdasarkan analisis Odds Ratio (OR = 0,262) PHBS bukan sebagai faktor risiko melainkan sebagai faktor pelindung terhadap infeksi Enterobiasis, sedangkan sanitasi rumah dan pengetahuan orang tua tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian Enterobiasis (P >0,05). Kesimpulan: Prevalensi Enterobiasis pada anak usia 2–13 tahun di Dusun Kiuteta sebesar 39%. Pada penelitian ini perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) memiliki hubungan yang signifikan, tetapi bukan sebagai faktor risiko terhadap kejadian Enterobiasis melainkan sebagai faktor pelindung, sedangkan sanitasi rumah dan pengetahuan orang tua tidak berhubungan dengan kejadian Enterobiasis pada penelitian ini.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Enterobiasis, PHBS, sanitasi rumah, pengetahuan orang tua. |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Nofred Tadu Tadja |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 07:46 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 07:46 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11195 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric