Uji Aktivitas Antioksidan Selai Cokelat Daun Kelor (Moringa Oleifera) Menggunakan Metode DPPH

Charin Amelia Opat, PO5303332230633 (2026) Uji Aktivitas Antioksidan Selai Cokelat Daun Kelor (Moringa Oleifera) Menggunakan Metode DPPH. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
Bagian awal cover Charin.pdf

Download (786kB)
[img] Text
BAB I Charin.pdf

Download (254kB)
[img] Text
BAB II Charin.pdf

Download (428kB)
[img] Text
BAB III Charin.pdf

Download (369kB)
[img] Text
BAB IV Charin.pdf
Restricted to Registered users only

Download (454kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V Charin.pdf

Download (182kB)
[img] Text
DAFTAR_PUSTAKA Charin.pdf

Download (224kB)
[img] Text
LAMPIRAN (1).pdf

Download (4MB)

Abstract

Latar belakang: Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki sifat antioksidan alami yang sangat baik namun, konsumsinya belum mendapat penerimaan luas di masyarakat karena rasanya yang pahit. Sebuah metode pengolahan baru dikembangkan untuk menghasilkan selai fungsional rasa cokelat yang diperkaya dengan kacang mete guna meningkatkan daya tarik konsumen. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat aktivitas antioksidan dari tiga formulasi selai cokelat daun kelor yang berbeda menggunakan parameter Inhibitory Concentration 50% (IC₅₀) dan Antioxidant Activity Index (AAI). Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental kuantitatif. Aktivitas antioksidan dievaluasi menggunakan metode penangkapan radikal bebas 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) yang diukur melalui spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang puncak. Sampel selai disiapkan menggunakan pelarut etanol 95%, dengan konsentrasi berkisar antara 6.000 ppm hingga 10.000 ppm. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formulasi selai cokelat daun kelor memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong sangat lemah (IC₅₀ > 200 ppm dan AAI < 0,5). Namun, formulasi 3 (F3) yang mengandung konsentrasi bubuk daun kelor tertinggi sebesar 12,5% menunjukkan kemampuan penangkapan radikal bebas terbaik, dengan nilai IC₅₀ terendah (4.309,06 ppm) dan nilai AAI tertinggi (0,1088). Sebagai perbandingan, formulasi 1 (kontrol negatif tanpa daun kelor) menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 8.406,71 ppm (AAI 0,0037), sedangkan formulasi 2 (2,5% daun kelor) menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 8.621,77 ppm (AAI 0,0036). Sebagai pembanding, vitamin C menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat, dengan nilai IC₅₀ sebesar 2,139 ppm dan AAI sebesar 18,4997. Simpulan: Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kadar bubuk daun kelor secara signifikan meningkatkan sifat antioksidan dari formulasi selai fungsional tersebut

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Daun Kelor, Selai, Antioksidan, DPPH, IC₅₀, AAI
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Jurusan Farmasi > Farmasi
Jurusan Farmasi > Farmasi
Farmasi
Depositing User: Charin Amelia Opat
Date Deposited: 23 Aug 2026 23:46
Last Modified: 23 Aug 2026 23:46
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11202

Actions (login required)

View Item View Item