Joice Jeniver Laukamang, PO5303241231240 (2026) Asuhan gizi terstandar pada penderita penyakit ginjal kronis (pgk) pasien rawat inap di RSUD Prof dr. W. Z. Johannes Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (565kB) |
|
|
Text
BAB II (1).pdf Download (677kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (488kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (344kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (511kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Download (10MB) |
Abstract
Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan dapat menyebabkan gangguan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit, serta masalah gizi. Penerapan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) diperlukan untuk mengidentifikasi masalah gizi dan memberikan intervensi yang sesuai dengan kondisi pasien. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan asuhan gizi terstandar pada penderita penyakit ginjal kronis pasien rawat inap di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Metode penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif observasional dengan rancangan studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2026 dengan jumlah subjek sebanyak tiga pasien PGK. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri, skrining gizi menggunakan Malnutrition Screening Tool (MST), pemeriksaan biokimia dan klinis, wawancara menggunakan food recall 24 jam dan Food Frequency Questionnaire (FFQ), serta penimbangan sisa makanan. Data asupan diolah menggunakan program NutriSurvey dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: asesmen menunjukkan bahwa Tn. J.C.P memiliki status gizi kurang berdasarkan persentase LILA, sedangkan Tn. M.W dan Tn. A.M memiliki status gizi obesitas berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil pemeriksaan biokimia menunjukkan adanya gangguan fungsi ginjal yang ditandai dengan peningkatan kadar ureum dan kreatinin, serta ditemukan anemia dan gangguan elektrolit pada beberapa pasien. Intervensi yang diberikan berupa terapi diet sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien, yaitu diet diabetes melitus dan rendah protein pada Tn. J.C.P, diet rendah protein pada Tn. M.W, serta diet rendah protein dan rendah natrium pada Tn. A.M. Selain terapi diet, dilakukan edukasi gizi kepada pasien dan keluarga melalui konseling menggunakan media leaflet. Hasil monitoring menunjukkan bahwa asupan makan Tn. J.C.P dan Tn. M.W selama dirawat di rumah sakit mengalami perbaikan hingga mencapai kategori normal, sedangkan asupan Tn. A.M masih berada dalam kategori defisit tingkat berat akibat kondisi klinis yang semakin memburuk. Evaluasi asupan makan di rumah pada Tn. J.C.P dan Tn. M.W menunjukkan bahwa asupan belum mencapai kebutuhan dan masih berada dalam kategori defisit tingkat berat, sedangkan evaluasi lanjutan Tn. A.M tidak dapat dilakukan karena pasien meninggal dunia selama perawatan. Kesimpulan: penelitian ini adalah penerapan PAGT pada pasien PGK perlu dilakukan secara individual berdasarkan status gizi, kondisi klinis, hasil pemeriksaan biokimia, dan kebutuhan zat gizi pasien. Intervensi gizi dapat membantu meningkatkan asupan makan selama perawatan, namun keberhasilan jangka panjang memerlukan pemantauan berkelanjutan serta dukungan dan keterlibatan keluarga dalam penerapan diet di rumah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penyakit Ginjal Kronis, Proses Asuhan Gizi Terstandar, Intervensi Gizi, Asupan Makan |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Jurusan Gizi > Gizi Jurusan Gizi > Gizi Gizi |
| Depositing User: | Joice Jeniver Laukamang |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 08:06 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 08:06 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11254 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric