HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DAN KONSUMSI JAJANAN DENGAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI OESAPA KECIL 2 KOTA KUPANG

Martha Rosalina Laga Riwu, PO5303241231268 (2026) HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DAN KONSUMSI JAJANAN DENGAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI OESAPA KECIL 2 KOTA KUPANG. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
BAB I LTA.pdf

Download (260kB)
[img] Text
BAB II LTA.pdf

Download (359kB)
[img] Text
BAB III LTA.pdf

Download (332kB)
[img] Text
BAB IV LTA.pdf

Download (650kB)
[img] Text
BAB V LTA.pdf

Download (179kB)
[img] Text
Lampiran LTA rosha.pdf

Download (2MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA LTA .pdf

Download (302kB)
[img] Text
COVER LTA (1).pdf

Download (1MB)

Abstract

Sarapan pagi dan konsumsi jajanan merupakan dua komponen perilaku makan yang berperan penting dalam menentukan status gizi anak usia sekolah dasar. Data awal di SD Negeri Oesapa Kecil 2 Kota Kupang menunjukkan bahwa dari 290 siswa terdapat 20 siswa (6,85%) mengalami gizi kurang dan 25 siswa (8,56%) mengalami obesitas, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut mengenai hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dan konsumsi jajanan dengan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dan konsumsi jajanan dengan status gizi anak di SD Negeri Oesapa Kecil 2 Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SD Negeri Oesapa Kecil 2 yang berjumlah 290 orang, dengan sampel sebanyak 75 siswa yang dihitung menggunakan rumus Slovin dan diambil dengan teknik simple random sampling. Data kebiasaan sarapan pagi dan konsumsi jajanan dikumpulkan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) dengan indikator Indeks Massa Tubuh Menurut Umur (IMT/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38 siswa (50,67%) memiliki kebiasaan sarapan pagi tidak baik dan 37 siswa (49,33%) memiliki kebiasaan sarapan pagi baik. Sebanyak 30 siswa (40%) memiliki kebiasaan sering mengonsumsi jajanan, sedangkan 45 siswa (60%) jarang mengonsumsi jajanan. Status gizi siswa bervariasi, yaitu gizi buruk 17 siswa (22,67%), gizi kurang 17 siswa (22,67%), gizi baik 16 siswa (21,33%), gizi lebih 12 siswa (16,00%), dan obesitas 13 siswa (17,33%), yang menggambarkan adanya beban gizi ganda (double burden of malnutrition). Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan status gizi anak (p = 0,001) serta antara kebiasaan konsumsi jajanan dengan status gizi anak (p = 0,020). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dan konsumsi jajanan dengan status gizi anak di SD Negeri Oesapa Kecil 2 Kota Kupang. Pembiasaan sarapan pagi yang bergizi, pengendalian konsumsi jajanan, serta dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu terus ditingkatkan melalui kerja sama antara orang tua, pihak sekolah, dan tenaga kesehatan guna mendukung perbaikan status gizi anak usia sekolah dasar.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Sarapan Pagi, Konsumsi Jajanan, Status Gizi, Anak Sekolah Dasar
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
Divisions: Jurusan Gizi
Jurusan Gizi
Depositing User: Martha Rosalina Laga Riwu
Date Deposited: 27 Aug 2026 07:59
Last Modified: 27 Aug 2026 07:59
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11290

Actions (login required)

View Item View Item