Profil Bakteri Dan Resistensi Antibiotik Pada Kultur Urin Pasien Infeksi Saluran Kemih Di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Tahun 2024

Firda Awang, PO5303333231034 (2026) Profil Bakteri Dan Resistensi Antibiotik Pada Kultur Urin Pasien Infeksi Saluran Kemih Di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Tahun 2024. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER22.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (3MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (3MB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (3MB)

Abstract

Latar Belakang: Resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan yang dapat menyebabkan kegagalan terapi dan meningkatkan morbiditas serta mortalitas. Salah satu infeksi yang sering berkaitan dengan masalah resistensi antibiotik adalah infeksi saluran kemih (ISK), yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Oleh karena itu, diperlukan informasi mengenai profil bakteri dan pola resistensi antibiotik untuk mendukung pemilihan terapi yang tepat. Tujuan: Mengetahui profil bakteri dan pola resistensi antibiotik pada kultur urin pasien ISK di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Tahun 2024. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data yang digunakan berupa data sekunder hasil kultur urin dan uji sensitivitas antibiotik dari rekam medis pasien ISK tahun 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling terhadap seluruh data yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta grafik. Hasil: Dari 601 pasien yang didiagnosis ISK, sebanyak 52 pasien menjalani pemeriksaan kultur urin dan diperoleh 34 pasien dengan kultur positif. Pasien terbanyak yaitu dari kelompok kelompok usia lanjut (≥60 tahun) merupakan kelompok terbanyak yaitu 18 pasien (53%), sedangkan berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh perempuan sebanyak 22 pasien (65%). Bakteri yang paling banyak ditemukan adalah Escherichia coli (37%), diikuti Staphylococcus koagulase-negatif (23%) dan Klebsiella pneumoniae (20%), sedangkan Enterobacter sp., Staphylococcus saprophyticus, dan Enterococcus faecium masing-masing sebesar 7%. Pola resistensi menunjukkan bahwa bakteri penyebab ISK memiliki tingkat resistensi yang tinggi terutama terhadap antibiotik golongan β-laktam, ciprofloxacin, dan aztreonam. Sebaliknya, meropenem, amikasin, dan ertapenem masih menunjukkan sensitivitas yang tinggi terhadap sebagian besar bakteri penyebab ISK. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa bakteri Gram negatif, terutama Escherichia coli, masih menjadi penyebab utama infeksi saluran kemih di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Tahun 2024. Meropenem, amikasin, dan ertapenem masih efektif terhadap sebagian besar isolat bakteri, sedangkan tingginya resistensi terhadap beberapa antibiotik menegaskan pentingnya penggunaan antibiotik secara rasional berdasarkan hasil uji sensitivitas.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Resistensi Antibiotik, Infeksi saluran kemih, kultur urin, profil bakteri, resistensi antibiotik.
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions: Jurusan Analis Kesehatan > Analis Kesehatan
Jurusan Analis Kesehatan > Analis Kesehatan
Jurusan Analis Kesehatan > Analis Kesehatan
Analis Kesehatan
Analis Kesehatan
Depositing User: Firda Awang
Date Deposited: 01 Sep 2026 02:56
Last Modified: 01 Sep 2026 02:57
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11436

Actions (login required)

View Item View Item