Maria Afrinsia Gola, PO5303241231251 (2026) SUBSTITUSI TEPUNG UBI JALAR UNGU DAN TEPUNG KACANG HIJAU TERHADAP DAYA TERIMA DONAT PADA BALITA WASTING. SUBSTITUSI TEPUNG UBI JALAR UNGU DAN TEPUNG KACANG HIJAU TERHADAP DAYA TERIMA DONAT PADA BALITA WASTING.
|
Text
LTA afryn COVER -1-15 (1).pdf Download (912kB) |
|
|
Text
LTA afryn BAB 1 -16-24 terbaru (1).pdf Download (201kB) |
|
|
Text
LTA afryn BAB 2 -25-36 terbaru.pdf Download (494kB) |
|
|
Text
LTA afryn BAB 3 -37-44 (1) terbaruu.pdf Download (298kB) |
|
|
Text
LTA afryn BAB 4 -45-59 terbaru.pdf Download (583kB) |
|
|
Text
LTA BAB 5 -60 (1).pdf Download (11kB) |
|
|
Text
Dapus LTA Afrin Reposiotory.pdf Download (572kB) |
|
|
Text
LTA afryn LAMPIRAN -65-73 (1).pdf Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang: Wasting mencerminkan kekurangan gizi akut yang dapat mengganggu perkembangan motorik kasar serta menurunkan energi harian balita. Prevalensi wasting di Nusa Tenggara Timur mencapai 12,3%, yang tergolong tinggi. Penanganan masalah ini dapat dilakukan melalui intervensi pangan lokal padat zat gizi menggunakan komoditas ubi jalar ungu dan kacang hijau yang diolah menjadi donat favorit anak-anak. Tujuan: Menganalisis pengaruh substitusi tepung ubi jalar ungu dan tepung kacang hijau terhadap daya terima (organoleptik) serta nilai gizi makro pada donat sebagai makanan selingan pencegahan balita wasting. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan substitusi tepung ubi jalar ungu dan tepung kacang hijau, yaitu F1 (30%:8%), F2 (20%:18%), dan F3 (10%:28%). Uji organoleptik (warna, aroma, tekstur, rasa) dilakukan oleh 30 panelis agak terlatih. Analisis data statistik menggunakan uji Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis. Kandungan nilai gizi dihitung berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2020. Hasil: Uji organoleptik menunjukkan skor tertinggi pada formula F2 (20%:18%) dengan karakteristik warna (4,0), aroma (3,9), tekstur (3,9), dan rasa (4,2) yang berada pada kategori suka. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan (p > 0,05) antar-perlakuan terhadap daya terima karena formulasi komposisi yang tidak jauh berbeda. Dari segi nilai gizi per sajian (40 gram/1 pcs), kadar protein tertinggi didapati pada formula F3 sebesar 3,6 gram, lemak 4,8 gram, energi 125,9 kkal, dan karbohidrat 17,63 gram. Formula F3 berkontribusi memenuhi hingga 180% kebutuhan protein dan 93% energi dari anjuran makanan selingan balita usia 1–3 tahun. Kesimpulan: Formula F2 merupakan donat yang paling disukai secara organoleptik. Namun,
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Donat, Tepung Ubi Jalar Ungu, Tepung Kacang Hijau, Daya Terima, Balita Wasting |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Jurusan Gizi Jurusan Gizi |
| Depositing User: | Maria Afrinsia Gola |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 07:50 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 07:50 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11462 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric