Eydeal Kezya Dillak, PO5303333231082 (2026) Perbandingan Hasil Pemeriksaan Telur Cacing Soil Transmitted Helminth (STH) Menggunakan Metode Flotasi dan Sedimentasi. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
Cover Eydeal Dillak.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Bab I Eydealkezya.pdf Restricted to Registered users only Download (247kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab III Eydealkezya.pdf Restricted to Registered users only Download (206kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab IV Eydealkezya.pdf Restricted to Registered users only Download (255kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab V Eydealkezya.pdf Restricted to Registered users only Download (168kB) | Request a copy |
|
|
Text
Daftar Pustaka Kezya Dillak.pdf Download (175kB) |
|
|
Text
Bab II Eydealkezya.pdf Download (670kB) |
|
|
Text
Lampiran EydealDillak.pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang : Soil Transmitted Helminth (STH) merupakan parasit cacing usus yang ditularkan melalui tanah terkontaminasi dan masih menjadi masalah kesehatan global. Di Indonesia, prevalensi STH bervariasi antara 2,5%–62%, dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) menempati peringkat ketiga tertinggi sebesar 27,7%. Deteksi infeksi STH secara laboratorium umumnya dilakukan dengan metode flotasi dan sedimentasi untuk mengidentifikasi telur cacing, namun sensitivitas kedua metode tersebut masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan hasil pemeriksaan telur cacing STH menggunakan metode flotasi dan sedimentasi. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik komparatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah empat sampel feses positif STH yang diperiksa dengan teknik total sampling. Pemeriksaan metode flotasi menggunakan larutan NaCl jenuh dengan sentrifugasi 1.500 rpm selama 5 menit, sedangkan metode sedimentasi menggunakan akuades dengan sentrifugasi 3.000 rpm selamat 5 menit. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode flotasi mendeteksi telur Hookworm sebanyak 16 telur pada sampel R19, sedangkan tiga sampel lainnya (R24, R27, R35) menunjukkan hasil negatif, namun lapang pandang pada metode ini tampak jernih. Sementara metode sedimentasi dapat mendeteksi telur Ascaris lumbricoides pada tiga sampel yaitu, sampel R24 sebanyak 49 telur, sampel R27 dan R35 masing – masing sebanyak 2 telur, sedangkan pada sampel R19 tidak ditemukan telur cacing. Lapang pandang pada metode sedimentasi tampak kotor. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak terdapat sampel yang positif pada kedua metode secara bersamaan. Kesimpulan : Perbedaan hasil identifikasi telur cacing STH antara metode flotasi dan sedimentasi dipengaruhi oleh prinsip kerja masing – masing metode, lama pengapungan dan pengendapan, waktu sentrifugasi serta karakteristik telur.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Soil Transmitted Helminth, Flotasi, Sedimentasi |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Jurusan Analis Kesehatan > Analis Kesehatan Jurusan Analis Kesehatan > Analis Kesehatan Jurusan Analis Kesehatan > Analis Kesehatan Analis Kesehatan Analis Kesehatan |
| Depositing User: | Eydeal Kezya Dillak |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 02:36 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 02:39 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11533 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric