Gambaran Kadar Kolinesterase Pada Petani Sayur di Desa Noelbaki

Ara Elisabeth Ugur, PO5303333231122 (2026) Gambaran Kadar Kolinesterase Pada Petani Sayur di Desa Noelbaki. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER ARA KTI REPO.pdf

Download (765kB)
[img] Text
BAB I KTI REPOSITORI ARA.pdf

Download (185kB)
[img] Text
BAB II KTI REPOSITORI ARA.pdf

Download (308kB)
[img] Text
BAB III KTI REPOSITORI ARA.pdf

Download (306kB)
[img] Text
BAB IV KTI REPOSITORI ARA.pdf

Download (343kB)
[img] Text
BAB V KTI REPOSITORI ARA.pdf

Download (251kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA ara KTI TERBARU.pdf

Download (496kB)
[img] Text
LAMPIRAN ARA KTI REPOSITORY.pdf

Download (2MB)

Abstract

Pestisida merupakan bahan kimia yang banyak digunakan dalam kegiatan pertanian untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Penggunaan pestisida yang tidak sesuai dapat menyebabkan keracunan pada petani, salah satunya ditandai dengan penurunan kadar kolinesterase dalam darah. Petani sayur di Desa Noelbaki rutin menggunakan pestisida dalam aktivitas pertanian sehingga berisiko mengalami paparan pestisida. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kolinesterase pada petani sayur di Desa Noelbaki berdasarkan karakteristik jenis kelamin, usia, penggunaan alat pelindung diri (APD), frekuensi penyemprotan, dan lama penyemprotan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari–April 2026 di Desa Noelbaki dan pemeriksaan kolinesterase dilakukan di Laboratorium Klinik Asa Kupang. Sampel penelitian berjumlah 30 petani sayur yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan kadar kolinesterase dilakukan menggunakan metode enzimatik dengan alat Automated Chemistry Analyzer. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, sebanyak 29 orang (97%) memiliki kadar kolinesterase normal dan 1 orang (3%) memiliki kadar kolinesterase rendah. Kadar kolinesterase rendah ditemukan pada responden laki-laki (3%), kelompok usia 16–35 tahun (3%), pengguna APD tidak lengkap (3%), frekuensi penyemprotan >2 kali/minggu (3%), dan lama penyemprotan >3 jam (3%). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar petani sayur di Dusun Air Sagu Desa Noelbaki memiliki kadar kolinesterase dalam kategori normal. Namun, masih ditemukan satu responden dengan kadar kolinesterase rendah yang menunjukkan adanya kemungkinan paparan pestisida yang dapat memengaruhi kesehatan petani. Oleh karena itu, penggunaan APD yang lengkap dan praktik penyemprotan yang aman perlu terus ditingkatkan untuk mencegah keracunan pestisida.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Depositing User: Ara Elisabeth Ugur
Date Deposited: 03 Sep 2026 07:57
Last Modified: 03 Sep 2026 07:57
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11613

Actions (login required)

View Item View Item