GAMBARAN KADAR KREATININ PADA PETANI PENGGUNA PESTISIDA DI DESA NOELBAKI

Elisabet Norsit Bulu, PO5303333231129 (2026) GAMBARAN KADAR KREATININ PADA PETANI PENGGUNA PESTISIDA DI DESA NOELBAKI. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER 01.pdf

Download (543kB)
[img] Text
BAB I ELISABET BULU.pdf

Download (293kB)
[img] Text
BAB II ELISABET BULU.pdf

Download (299kB)
[img] Text
BAB III ELISABET BULU.pdf

Download (294kB)
[img] Text
BAB IV ELISABET BULU.pdf

Download (390kB)
[img] Text
BAB V ELISABET BULU.pdf

Download (224kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA NORSIT (1).pdf

Download (225kB)
[img] Text
LAMPIRAN ELISABETH.pdf

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan pestisida secara berulang dalam kegiatan pertanian dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan, termasuk gangguan fungsi ginjal. Kreatinin merupakan salah satu parameter laboratorium yang dapat digunakan untuk memberikan gambaran mengenai fungsi ginjal. Petani yang mengalami paparan pestisida dalam waktu lama berpotensi mengalami gangguan kesehatan sehingga pemeriksaan kadar kreatinin diperlukan untuk mengetahui gambaran kondisi fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kreatinin pada petani pengguna pestisida di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasional. Penelitian dilakukan terhadap 30 petani pengguna pestisida yang memenuhi kriteria penelitian. Pengumpulan data karakteristik responden dilakukan melalui wawancara dan kuesioner, sedangkan pemeriksaan kadar kreatinin menggunakan spesimen serum. Pemeriksaan dilakukan menggunakan Chemistry Analyzer BT15i di Laboratorium Klinik Asa Kota Kupang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil: Berdasarkan karakteristik responden, kelompok usia dewasa (26–45 tahun) merupakan kelompok terbanyak, yaitu 13 responden (43%). Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 27 responden (90%) dan memiliki masa kerja ≥ 5 tahun sebanyak 26 responden (87%). Berdasarkan lama penyemprotan, masing-masing 15 responden (50%) melakukan penyemprotan <3 jam/hari dan ≥ 3 jam/hari. Jenis pestisida yang paling banyak digunakan adalah organoklorin sebanyak 22 responden (73%), sedangkan seluruh responden tidak menggunakan APD secara lengkap. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 24 responden (80%) memiliki kadar kreatinin normal, 3 responden (10%) memiliki kadar kreatinin tinggi, dan 3 responden (10%) memiliki kadar kreatinin rendah. Kadar kreatinin tinggi paling banyak ditemukan pada kelompok lansia (46–56 tahun), yaitu sebanyak 2 responden (6,7%). Kesimpulan: Sebagian besar petani pengguna pestisida di Desa Noelbaki memiliki kadar kreatinin normal, yaitu sebanyak 24 responden (80%). Namun, masih ditemukan responden dengan kadar kreatinin tinggi sebanyak 3 responden (10%) dan kadar kreatinin rendah sebanyak 3 responden (10%). Kadar kreatinin tinggi paling banyak ditemukan pada kelompok lansia (46–56 tahun).

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: kadar kreatinin, pestisida, petani, fungsi ginjal.
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions: Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Depositing User: Elisabet Norsit Bulu
Date Deposited: 09 Sep 2026 00:16
Last Modified: 09 Sep 2026 00:16
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11664

Actions (login required)

View Item View Item